tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak khawatir pada merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal itu dia sampaikan sebagai respons atas IHSG yang sempat anjlok ke level 5.977 atau 1,93 persen dari hari sebelumnya sesaat setelah perdagangan Jumat (22/5/2026) dibuka.
Seiring dengan upaya pemerintah untuk terus memperbaiki kondisi perekonomian nasional, dia yakin indeks saham akan kembali “berlari kencang” minggu depan.
“Enggak usah takut kalau main pasar saham. Kami akan perbaiki terus ekonominya ke depan. Dan makin cepat, makin cepat, makin cepat lagi. Jadi, tinggal tunggu waktu aja sampai—enggak lama, kalau nggak salah—harga IHSG akan rebound lagi. Saya pikir kalau lihat dari teknikalnya, minggu depan udah lari kencang,” kata Purbaya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan kemungkinan IHSG bangkit lagi masih sangat besar. Sebab, harga saham pada dasarnya sangat bergantung pada fundamental emiten-emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Namun, Bendahara Negara itu mengakui bahwa fundamental perusahaan yang tercatat di bursa saham juga dipengaruhi oleh fundamental perekonomian nasional.
“Karena gini, pada akhirnya pergerakan harga saham itu tergantung kepada fundamental perusahaannya sendiri. Itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitability juga meningkat. Jadi, harusnya enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti, undervalued, beli aja pasti untungnya,” terang Purbaya.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat ke level 6.162,045. Mengutip RTI Business, indeks mengalami peningkatan 67,1 poin atau sebesar 1,1 persen pada penutupan perdagangan.
Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 449 saham menguat, 251 melemah, dan 118 saham stagnan atau belum mengalami perubahan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10.658 triliun.
Aktivitas perdagangan di bursa tercatat cukup aktif dengan 39,6 miliar saham berpindah tangan melalui 1.966.668 kali transaksi, sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp20,1 triliun.
Dari sisi sektoral, performa indeks bergerak beragam dengan sektor barang dasar menjadi penopang utama penguatan IHSG hari ini dengan 6,74 persen. Dilanjutkan dengan sektor energi yang menguat 4,82 persen, sektor siklikal 2,43 persen, sektor industri 1,82 persen, dan sektor infrastruktur 1,39 persen.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id




































