tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti fakta bahwa penurunan angka pengangguran selama ini banyak disumbang oleh penyerapan tenaga kerja di sektor informal.
Ia mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kondisi ini. Menurutnya, desain ekonomi Indonesia seharusnya mampu menciptakan lapangan kerja di sektor formal.
"Kalau 5 persen (pertumbuhan ekonomi) itu tidak cukup untuk menyerap usia tenaga kerja yang masuk usia kerja setiap tahun. Sekarang kenapa penganggurannya turun? Karena kerjanya informal kan," kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom, dikutip dari YouTube Indef, Rabu (29/10/2025).
Purbaya menekankan bahwa tujuan pembangunan seharusnya mengarah pada penciptaan lapangan kerja formal yang lebih menjamin masa depan tenaga kerja.
"Desain ekonomi enggak seperti itu. Kita enggak mau warga negara kita kerjanya di informal. Kalau bisa semuanya kaya di sektor formal," jelasnya.
Menteri Keuangan kemudian menghitung kebutuhan pertumbuhan ekonomi ideal untuk bisa menyerap tenaga kerja secara berkualitas.
Menurutnya, agar dapat menciptakan lapangan kerja yang baik, laju pertumbuhan ekonomi harus mampu berada di level 6,7 persen, bukan 5 persen seperti saat ini.
"Untuk sekarang mungkin 6,7 persen (harusnya). Jadi kita harus tumbuh di situ minimal untuk menyerap tenaga kerja yang masuk usia kerja di sektor formal," paparnya.
Purbaya membedakan dengan jelas antara penyerapan tenaga kerja di sektor formal dan informal. "Saya bukan bicara tenaga kerja informal yang kurang terjamin masa depan, kita ngomong yang sektor formal yang terjamin masa depannya," tuturnya.
Kebijakan fiskal dan moneter ke depan, menurut Purbaya, harus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi tanpa kekhawatiran berlebihan terhadap inflasi.
"Anda gak usah takut kita tumbuh terlalu cepat, sekarang justru kita harus tumbuh lebih cepat supaya kita semua bisa kaya bersama," tegasnya.
Adapun data BPS pada konferensi pers Mei lalu menunjukkan adanya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,76 persen pada Februari 2025. Angka itu lebih rendah dibanding periode tahun lalu yang berada di level 4,82 persen.
Namun, jika dihitung secara absolut, jumlah pengangguran pada Februari 2025 mencapai 7,28 juta orang. Angka tersebut bertambah 83 ribu dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 7,2 juta orang.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































