Menuju konten utama

Purbaya Siapkan Alat Deteksi Cukai Palsu, Gandeng Investor Asing

Kemenkeu siapkan teknologi baru untuk tekan peredaran pita cukai palsu pada rokok, dikembangkan melalui kerja sama dengan Peruri dan perusahaan asing.

Purbaya Siapkan Alat Deteksi Cukai Palsu, Gandeng Investor Asing
Pedagang menata rokok yang dijual di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (19/12/2023). ANTARA FOTO/Rifqi Raihan Firdaus/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan menerapkan teknologi track and trace untuk menekan peredaran pita cukai palsu pada rokok. Teknologi tersebut akan dikembangkan melalui kerja sama dengan Peruri dan perusahaan asing.

Purbaya mengatakan teknologi tersebut bukan berupa barcode biasa, melainkan sistem pemindaian khusus yang memungkinkan asal produk dilacak melalui telepon seluler. Pemerintah juga akan memasang mesin track and trace di pabrik-pabrik rokok.

"Scan khusus, bukan barcode tapi khusus lebih canggih dari barcode. Karena cuma satu di dunia yang bisa bikin itu," kata Purbaya saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (28/8/2026).

Menurut Purbaya, data dari mesin tersebut akan terhubung dengan sistem Bea Cukai Pusat sehingga pemerintah dapat mengetahui asal produksi rokok dan menelusuri potensi kecurangan.

Pemerintah juga akan lebih berfokus menggunakan teknologi tersebut untuk mencegah kecurangan ke depan. Namun, transaksi atau pelanggaran pada masa lalu tetap dapat ditelusuri jika terdeteksi melalui sistem tersebut.

"Ke depannya kita beresin. Kita lihat ke depan. Harusnya dengan tools itu, kecurangan cukai tadi akan bisa dihilangkan dengan relatif lebih mudah," katanya.

Untuk penerapannya, pemerintah akan menggandeng perusahaan teknologi dari luar negeri. Purbaya belum mengungkap nama perusahaan tersebut karena skema kerja samanya masih disiapkan.

"Dia invest di kita. Sistemnya dia invest, kita bayar fee. Setiap persentase tertentu nanti," ujarnya.

Purbaya mengatakan pemerintah akan mengevaluasi manfaat sistem tersebut dalam lima tahun ke depan. Jika teknologi itu tidak menghasilkan tambahan penerimaan negara, pemerintah akan menghentikan penggunaannya.

Implementasi teknologi tersebut akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, satu mesin telah diuji coba di Jawa Tengah dan pemerintah berencana memperluas pemasangannya dalam waktu dekat.

Purbaya menargetkan sekitar 100 mesin dapat terpasang dalam enam bulan dan mencapai sekitar 240 mesin dalam sembilan bulan. Mesin tersebut dibuat secara khusus sesuai kebutuhan sehingga membutuhkan waktu untuk diproduksi. "Kalau enggak ada tambahan income (cukai), saya berhentiin," katanya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana