Menuju konten utama

Purbaya: Rp11,3 T Hasil Satgas PKH Bisa untuk Tambal Defisit

Selain tambal defisit, Purbaya mengaku akan menggunakan dana dari Satgas PKH untuk pembangunan dan menyuntik pembiayaan LPDP di masa depan.

Purbaya: Rp11,3 T Hasil Satgas PKH Bisa untuk Tambal Defisit
Purbaya Yudhi Sadewa kepada awak media di Kemenkeu, Jumat (13/3/2026). tirto.id/nanda

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, tampak sumringah saat keluar dari tempat acara Penyerahan Hasil Penyelamatan Keuangan dan Aset Negara, serta Penagihan Denda Administratif Tahun 2026, di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026). Ia berkelakar semakin kaya usai hasil kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

“Kita makin kaya itu dapat Rp11,3 triliun lagi,” ujarnya kepada awak media, Jumat (10/4/2026).

Nantinya, uang yang berhasil diselamatkan Satgas PKH itu akan digunakannya untuk sejumlah kepentingan. Beberapa di antaranya adalah untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, realisasi program pembangunan yang sebelumnya mengalami pemotongan anggaran, membangun atau merenovasi sekolah di berbagai daerah di Indonesia, hingga memberikan suntikan kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Bisa (untuk menambal defisit) atau kita bisa pakai untuk mungkin sebagian besar untuk program pembangunan yang kemarin kepotong mungkin, termasuk untuk Kejaksaan (Agung), termasuk sekolah, nanti sebagian juga untuk LPDP mungkin sebagian, tapi enggak banyak,” beber Purbaya.

Mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) tersebut menilai, ke depan masih akan ada aset negara yang akan kembali diselamatkan oleh Satgas PKH. Purbaya tidak menargetkan dengan pasti berapa banyak aset negara yang harus diambil kembali oleh Satgas PKH dari para pengusaha nakal.

Namun, Purbaya meyakini, masih banyak praktik-praktik under invoicing yang akan diungkap Satgas PKH.

“Belum ada target yang terlalu jelas dalam pengertian saya bisa masukin ke APBN, belum. Tapi kan kalau ada tambahan pendapatan dari PKH, jadi itu kayak windfall profit untuk pemerintah yang membuat anggaran kita lebih bagus dan lebih tahan lagi, tapi on the pipeline, saya lihat masih akan ada banyak. Ini kan baru PKH, nanti ada under invoicing dan lain-lain, itu bisa banyak nanti dapetnya,” jelas dia.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher