tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan hingga menyentuh level 5.941,066 saat penutupan perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026).
Namun Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. meminta masyarakat dan investor tidak khawatir dengan pelemahan IHSG tersebut. Pasalnya, ia menyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih bagus.
"Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Jadi ini mungkin ada short, ketakutan orang jangka pendek aja. Fondasi ekonominya bagus, gak ada masalah," ujar Purbaya di gedung DPR RI, Rabu (3/6/2026).
Ia membeberkan sejumlah kondisi ekonomi yang menurutnya tetap solid, salah satunya dari sisi penerimaan negara di bidang perpajakan yang masih tinggi.
Dia pun menyebut bahwa data penerima pajak pada Mei, yang akan diumumkan, masih menunjukkan pertumbuhan. Adapun, realisasi penerimaan pajak pada April mencapai Rp646,3 triliun, tumbuh 16,1 persen secara year-on-year (yoy).
"Dari pendapatan pajak di bulan Mei aja masih kencang begitu," ucapnya.
Mantan Kepala LPS itu juga mengajak melihat kondisi riil di lapangan. Menurutnya, aktivitas masyarakat selama liburan menunjukkan daya beli yang masih kuat.
"Anda kemarin jalan-jalan pulang kampung enggak? Itu di mana-mana ramai kan? Tempat hiburan, hotel-hotel, di jalan. Bukan di kampung aja, Jakarta juga ramai. Saya enggak kemana-mana, saya jalan-jalan di Jakarta, ramai juga," katan6.
Dari pengamatannya, Purbaya menyimpulkan bahwa permintaan domestik masih terjaga dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.
"Jadi enggak usah takut kita akan jeblok atau apa," ucapnya.
Ketika ditanya apakah ia optimistis IHSG akan naik lagi, Purbaya pun optimistis bahwa indeks pasar modal dalam negeri tersebut akan membai
k dalam beberapa waktu ke depan. "Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," imbuhnya.
Meski sebelumnya mengaku hanya fokus pada fundamental, ia kini berjanji akan turut berusaha memperbaiki sentimen di pasar. "Saya pikir kita akan bisa berusaha juga berikan sentimen lebih banyak lagi di pasar," tutur Purbaya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






































