tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku keteteran menghadapi permintaan pencairan anggaran dari kementerian/lembaga (K/L) di penghujung tahun.
Karena itu, ia memutuskan untuk mengendalikan proses pencairan dana yang diajukan masing-masing K/L dalam rangka optimalisasi serapan anggaran.
"Terus terang, kita agak keteteran karena mereka minta duit terus, minta duit terus, jadi kita agak kendalikan sedikit," ujarnya dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Desember 2025 di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).
Meski begitu, peningkatan permintaan pencairan anggaran ini menunjukkan bahwa penyerapan anggaran oleh K/L semakin terakselerasi menjelang tutup tahun 2025. Apalagi, sebelumnya ia sempat melontarkan ancaman akan memotong anggaran K/L jika tidak terserap secara optimal.
"Apalagi, mereka (K/L) takut kalau enggak bisa belanja, saya potong anggarannya. Jadi, tahun depan (2026) mereka pasti akan lebih baik (dalam menyerap anggaran)," tambah Purbaya.
Sebagai informasi, di tengah tekanan pada pendapatan negara, belanja negara tetap tumbuh untuk mendukung perekonomian. Realisasi belanja negara hingga 30 November tercatat sebesar Rp2.911,8 triliun atau 82,5 persen terhadap outlook laporan semester.
Belanja pemerintah pusat mencapai Rp2.116,2 triliun, yang terdiri atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp1.110,7 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp1.005,5 triliun. Sementara itu, penyaluran transfer ke daerah juga masih on track dalam mendukung layanan publik di daerah, dengan realisasi sebesar Rp795,6 triliun.
Seluruh komponen belanja K/L mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun 2024. Belanja pegawai tumbuh 9,3 persen seiring peningkatan jumlah pegawai, sementara belanja modal tumbuh 1,8 persen.
Kendati belanja negara mengalami peningkatan yang didorong oleh percepatan realisasi belanja K/L, Purbaya menegaskan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk mengubah postur APBN 2026.
"Artinya mereka sudah lebih siap untuk membelanjakan anggarannya tahun depan. Jadi kita enggak mengubah APBN-nya berdasarkan apa yang ada sekarang," tegas dia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































