tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, sedang mempertimbangkan kemungkinan agar PT Geo Dipa Energi (Persero) dapat memasok gas untuk kawasan industri. Menurutnya, hal ini dapat menjadi nilai tambah bagi Perseroan karena harga gas yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga yang dipatok PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
“Saya lagi mikir, apakah Geo Dipa itu bisa saya perbesar, saya tarik gasnya langsung untuk mensuplai ke pusat kawasan industri,” ujar Purbaya, dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).
Wacana untuk memasok gas Geo Dipa ke kawasan-kawasan industri ini muncul setelah Purbaya melakukan kunjungan ke sejumlah lembaga khusus atau special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, termasuk PT SMI, PT PII, LPEI, PT SMF, LMAN, dan LPDP.
“Rata-rata lumayan lah, di Geo Dipa harganya ternyata lebih murah daripada dari gasnya Pertamina (PGN). Jadi kita lihat, oh ternyata seperti itu. Mereka bisa jual di 8 dolar Amerika Serikat (per MMBtu), yang sana (PGN) lebih tinggi,” lanjutnya.
Perlu diketahui, pada April lalu, harga gas PGN sempat melambung hingga 16,89 dolar AS per MMBtu, jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual gas untuk sektor industri dan komersial non-Pengguna Gas Bumi Tertentu (PGBT), yang berada di kisaran 14,27 dolar AS per MMBtu.
Sementara itu, selain berencana membuat Geo Dipa dapat memasok gas untuk kawasan industri, Purbaya sebelumnya juga telah menyampaikan rencana memperluas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Perseroan. Dengan langkah ini, diharapkan pengembangan energi panas bumi bisa semakin ditingkatkan, sekaligus memaksimalkan kapasitas geothermal Perseroan.
“(Geo Dipa) hanya punya beberapa field, dua yang besar. Saya ingin perluas lagi itu, sehingga kita bisa supply listrik dari geothermal. Karena kita punya potensi geothermal terbesar di dunia. Nanti, untungnya adalah kalau energinya hijau, produk yang memakai energi hijau di Eropa dapat special treatment sehingga memperbaiki daya saing kita,” tutur Purbaya dalam program Endgame Podcast With Gita Wirjawan bertajuk “Pendirian dalam Berkebijakan Itu Penting”, Rabu (3/12/2025).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id





































