Menuju konten utama

Puncak Arus Balik, Okupansi KA Jarak Jauh Sampai 137,5%

Hinggu Minggu (22/3) lebih dari 221 ribu penlaggan KA Jarak Jauh dijadwalkan akan melakan perjalanan.

Puncak Arus Balik, Okupansi KA Jarak Jauh Sampai 137,5%
Buruh angkut atau porter memanggul barang pemudik kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (16/3/2026). Buruh angkut barang di Stasiun Pasar Senen mengatakan saat arus mudik Lebaran pendapatan harian mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasanya dari Rp200 ribu menjadi Rp400 ribu . ANTARA FOTO/ Rakha Raditya Yahya/bay/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebutkan, pergerakan pengguna layanan kereta api memasuki pergerakan tinggi pada hari ini, Minggu (22/3/2026). Hingga Minggu pagi, sebanyak 221.566 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat dengan tingkat okupansi sementara mencapai 137,5 persen.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung. Ia berujar, tingkat okupansi di atas 100 persen dimungkinkan karena pola perjalanan yang dinamis dalam satu rangkaian.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” ucapnya dalam keterangan yang Tirto terima, Minggu (22/3/2026).

Hingga 22 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, tiket yang telah terjual mencapai 3.910.868 tiket atau 86,9 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan, untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Kata Anne, dengan capaian tersebut, masih tersedia 587.828 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk arus balik.

“Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal,” ujar Anne.

Ia menyebutkan, pada layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket telah mencapai 3.433.667 tiket atau 96,1 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Artinya, masih tersedia 138.093 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan arus balik.

Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket tercatat 477.201 tiket atau 51,5 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Dengan demikian, masih terdapat 449.735 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan.

Penjualan tiket KA Lokal umumnya akan terus meningkat mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.

"Selama periode arus mudik Angkutan Lebaran, yaitu 11 hingga 21 Maret 2026, KAI telah melayani 1.888.827 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan 337.713 pelanggan KA Lokal di Pulau Jawa dan Sumatra, atau total 2.226.540 pelanggan," urai Anne.

Ia menambahkan, di tengah tingginya permintaan tersebut, sejumlah kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.

Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket, terutama untuk arus balik, melalui pilihan relasi alternatif, jadwal keberangkatan yang berbeda, maupun skema perjalanan lanjutan.

KAI juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan connecting train serta memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel agar peluang memperoleh tiket semakin besar.

“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutur Anne.

Baca juga artikel terkait MUDIK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Alfons Yoshio Hartanto