tirto.id -
Puisi berjudul "Di Tepi Siak, Aku Bermimpi" mengisahkan perjuangan seorang anak dari keluarga sederhana yang tetap memelihara harapan untuk meraih masa depan lebih baik di tengah keterbatasan ekonomi. Melalui bait-bait puisi tersebut, Salsabila menggambarkan pentingnya kesabaran, kerja keras, dan doa orang tua dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Selain itu, puisi tersebut juga merefleksikan peran Sekolah Rakyat sebagai sarana yang membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut digambarkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang.
Usai penampilan Salsabila, Menteri Sosial, memberikan apresiasi atas kemampuan siswi tersebut dalam menyampaikan puisi yang sarat pesan dan emosi.
"Salsabila, kamu tadi baca puisi luar biasa," kata Gus Ipul.
Ia kemudian mengajak para tamu dan peserta yang hadir untuk menilai penampilan Salsabila. Respons yang muncul menunjukkan bahwa pembacaan puisi tersebut berhasil menyentuh perasaan banyak orang yang hadir dalam acara itu.
Dalam kesempatan yang sama, Salsabila mengaku belajar membaca puisi secara mandiri di rumah. Kegemarannya terhadap puisi telah tumbuh sejak lama dan terus diasah hingga saat ini. Di masa depan, ia bercita-cita menjadi seorang pengusaha.
Sementara itu, ibu Salsabila, Nurmaida, mengatakan putrinya menjadi lebih percaya diri sejak bersekolah di SRMP 3 Pekanbaru. Ia mengaku bersyukur karena anaknya dapat melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat setelah sempat menghadapi kendala ekonomi.
Menurut Nurmaida, program tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap memperoleh pendidikan yang layak dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Open house Sekolah Rakyat di Pekanbaru menjadi ajang bagi orang tua dan calon siswa untuk mengenal lebih dekat proses pembelajaran, lingkungan sekolah, serta berbagai program yang disiapkan untuk mendukung perkembangan peserta didik.
Penampilan Salsabila dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan. Melalui puisinya, ia menyampaikan pesan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk bermimpi, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































