Menuju konten utama
Sejarah-Sumpah Pemuda

Profil Singkat RM Djoko Marsaid dan Perannya dalam Sumpah Pemuda

Profil RM Djoko Marsaid pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Kongres Pemuda 2 yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda. Berikut biografi Djoko Marsaid singkat.

Profil Singkat RM Djoko Marsaid dan Perannya dalam Sumpah Pemuda
Peserta Kongres Pemuda II. Adapun RM Djoko Marsaid merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam peristiwa kelahiran Sumpah Pemuda. wikimedia commons/domain publik
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Profil singkat RM Djoko Marsaid memiliki perannya tersendiri dalam peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Ikrar oleh pemuda-pemudi dari berbagai wilayah Indonesia tersebut merupakan hasil dari pertemuan Kongres Pemuda 2.

Pada 1920-an, ada banyak organisasi dan tokoh yang mengusung cita-cita persatuan serta kebebasan dari kolonialisme. Misalnya M. Tabrani yang mengagendakan Kongres Pemuda I dan R. M. Djoko Marsaid yang menjabat Ketua Jong Java.

Mengutip laman Museum Sumpah Pemuda Kemendikbud (kini Kemendikdasmen), ada Sugondo Djojopuspito yang memimpin Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928. R. M. Djoko Marsaid menjadi tokoh Sumpah Pemuda karena menduduki jabatan sebagai wakilnya kala itu.

Profil Singkat RM Djoko Marsaid

Biografi Djoko Marsaid merupakan pria asal Pulau Jawa yang dikenal sebagai Wakil Kongres Pemuda II sekaligus tokoh Sumpah Pemuda. Dirinya yang memiliki nama lengkap Djokomarsaid Tirtodiningrat lahir di Malang, Jawa Timur, pada 29 Mei 1903.

Menurut biografi Prof. Dr. Abu Hanifah Dt. M. E.: Karya dan Pengabdiannya (1985) tulisan G.A. Manilet-Ohorella, RM Djoko Marsaid pernah mengenyam pendidikan di Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA). Fasilitas tersebut menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin mengisi jabatan di Pemerintahan Hindia Belanda saat itu.

Kehidupan RM Djoko Marsaid sebagai aktivis mulai tampak saat bergabung dengan organisasi Jong Java, bahkan pernah menjadi ketuanya. Kemudian, sempat ikut serta dalam pertemuan Kongres Pemuda 2 tanggal 27-28 Oktober demi persatuan secara nasional dan menentang penjajahan.

Debutnya sebagai aktivis persatuan di Kongres Sumpah Pemuda 1928 mendeskripsikan bahwa dirinya punya peran penting dalam sejarah tersebut. Namanya kini termuat di dalam buku-buku sejarah Indonesia.

Dengan begitu, ia adalah Wakil Ketua Kongres II, Ketua Organisasi Pemuda Pulau Jawa (Jong Java), dan pernah mengemban tugas penting dalam peristiwa kelahiran Sumpah Pemuda 1928.

Peran RM Djoko Marsaid dan Susunan Panitia Kongres Pemuda II

Sumpah Pemuda lahir setelah rangkaian Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II. Khususnya pertemuan kedua para putra-putri Indonesia, berlangsung melalui tiga gelaran di Jakarta.

RM Djoko Marsaid berperan sebagai Wakil Ketua Kongres 2 dalam pertemuan yang berlangsung selama 2 hari tiga malam tersebut. Tepatnya mulai tanggal 27 sampai 28 Oktober 1928.

RM Djoko Marsaid atau Tirtodiningrat ini merupakan pemuda pulau Jawa yang kala itu disebut sebagai bagian dari Jong Java. Bukan hanya menapaki perannya sebagai Wakil Ketua Kongres, saat itu RM Djoko Marsaid juga bertindak sebagai Ketua Jong Java.

Selain Djoko Marsaid, terdapat sederetan nama tokoh yang terdaftar dalam susunan panitia Kongres Pemuda II. Ada Ketua Kongres Sugondo Djojopuspito (PPPI), Sekretaris Mohammad Yamin (Jong Sumatranen Bon), dan Bendahara Amir Sjarifuddin (Jong Batak).

Berikut daftar susunan panitia Kongres Pemuda II secara lengkap, seperti termuat dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VIII (2020) terbitan Kemendikbud:

  • Ketua: Sugondo Djojopuspito (Organisasi PPPI)
  • Wakil Ketua: RM Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris: Mohammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
  • Bendahara: Amir Sjarifuddin (Jong Batak)
  • Pembantu I: Johan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II: R. Katjasoengkana (Pemuda Indonesia)
  • Pembantu III: R. C. L. Senduk (Jong Celebes)
  • Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
  • Pembantu V: Rochjani Soe’oed (Pemuda Kaum Betawi)
Bukan hanya nama-nama di atas, ada pula daftar peserta yang jumlahnya sekitar 750 orang. Mereka semua berasal dari organisasi-organisasi pemuda di seluruh wilayah Indonesia kala itu.

Setelah diskusi itu, lahir cita-cita persatuan yang mengakui butir-butir Sumpah Pemuda. Tokoh Kongres Pemuda 2 menandatangani isi Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang memuat tiga poin berikut.

  1. Kami Poetra dan Poetri Indonesia, mengakoe bertumpah darah satoe, Tanah Indonesia.
  2. Kami Poetra dan Poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satu, Bangsa Indonesia.
  3. Kami Poetra dan Poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.
Ingin membaca lebih banyak informasi mengenai sejarah tokoh Sumpah Pemuda seperti RM Djoko Marsaid, Sugondo Djojopuspito, dan lainnya? Pastikan untuk mengakses artikel terbaru tentang Sumpah Pemuda di sini.

Informasi Sumpah Pemuda Terbaru

Baca juga artikel terkait SUMPAH PEMUDA atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Edusains
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Yuda Prinada