Menuju konten utama

Profil Ratu Thailand yang Jadi Atlet Layar di SEA Games 2025

Ratu Thailand, Suthida Bajrasudhabimalalakshana, tampil di SEA Games 2025 sebagai atlet selancar layar. Simak profilnya berikut ini.

Profil Ratu Thailand yang Jadi Atlet Layar di SEA Games 2025
Ratu Suthida dari Thailand berjalan setelah menyapa para pendukung kerajaan di luar Istana Agung di Bangkok. (Photo by Jack TAYLOR / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ratu Thailand, Suthida Bajrasudhabimalalakshana, mengungkapkan dirinya akan menjadi bagian dari atlet SEA Games 2025. Ia turun di cabang olahraga (cabor) selancar layar.

Perempuan 47 tahun itu bakal bergabung dengan tim layar Thailand sebagai navigator. Ratu Suthida ikut dalam kompetisi selancar layar SSL47.

Pertandingan akan berlangsung pada 15-18 Desember 2025 di Ocean Marina Resort Pattaya, Provinsi Chonburi. Kompetisi ini menggunakan perahu sepanjang 47 kaki.

Ratu Suthida Targetkan Emas

Kepastian keikutsertaan Ratu Suthida telah dikonfirmasi Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand, Chaiyaphak Siriwat. Ia menyebut sang ratu telah mempersiapkan diri untuk ajang tersebut.

SEA Games kali ini merupakan kompetisi yang sangat istimewa karena ratu sedang mempersiapkan diri untuk lomba layar SSL47,” kata Chaiyaphak dikutip laman Vietnam.vn.

Menurut Vnexpress.net, selain Thailand sebagai tuan rumah, tim dari Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Myanmar juga akan berpartisipasi pada nomor ini. Target emas pun menjadi incaran sang ratu dan dinilai realistis.

Ratu Suthida tidak asing dengan olahraga layar. Ia pernah berkompetisi di Phuket King's Cup Sailing Race ke-37 di Beyond Kata, Distrik Mueang, Provinsi Phuket. Saat itu, ia memimpin tim Vayu dan meraih juara pertama pada babak kedua.

Selain berlayar, sang ratu aktif di berbagai cabor lain, termasuk lari. Pada 30 November lalu, ia juga turut ambil bagian dalam Amazing Thailand Marathon 2025 di Bangkok.

Adapun SEA Games ke-33 berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember 2025 dengan mempertandingkan 54 cabor, empat di antaranya ekshibisi. SSL47 menjadi nomor baru yang ditambahkan pada SEA Games kali ini.

Nomor SSL47 memakai perahu keelboat dalam pertandingan dengan panjang 47 kaki. Para atlet dituntut menguasai teknik tingkat lanjut, kekuatan fisik yang mumpuni, dan presisi.

Tantangan yang harus dihadapi adalah perubahan angin dan ombak. Kerja tim yang solid sangat dibutuhkan untuk mendapatkan kemenangan.

Profil Suthida Bajrasudhabimalalakshana

Ratu Suthida merupakan istri dari Raja Maha Vajiralongkorn. Mereka yang menikah pada tahun 2019.

Sang ratu menyandang gelar dalam bidang komunikasi dari Assumption University, Bangkok, pada 1996. Ratu Suthida pernah bekerja sebagai pramugari di JALways dan Thai Airways.

Sebelum menjadi bagian dari keluarga kerajaan, Suthida bergabung dengan militer Thailand pada 2010. Ia menjadi pemimpin unit Pasukan Khusus Pengawal Raja.

Ratu Suthida memiliki kemampuan serba bisa. Ia banyak menyelesaikan pelatihan kemiliteran seperti kurus terjun payung, pelatihan menembang, sampai kursus penerbangan pesawat.

Ratu juga memiliki lisensi sebagai pilot pribadi dan komersial. Ia pernah menjadi kopilot pesawat Pemerintah Kerajaan Thailand, termasuk menerbangkan Boeing 737-400 dan Boeing 737-800.

Ratu Suthida juga tidak asing dengan olahraga selancar layar. Persiapan untuk SEA Games ke-33 ini, sang ratu dan timnas selancar layar Thailand telah menjalani sesi latihan pada 19-20 November lalu.

Keunggulan sang ratu dalam olahraga ini sebagai navigator. Posisi ini menuntut dirinya harus mampu mengendalikan sistem penentuan posisi elektronik. Artinya, ia akan memperkirakan cuaca, mengatur sistem navigasi, dan menganalisis arah angin.

Seorang navigator akan memastikan perahu bisa terus melaju dengan aman dan akurat. Di sisi lain, kondisi laut terus berubah dan tidak bisa ditebak.

Simak informasi lainnya mengenai SEA Games pada tautan berikut:

Kumpulan artikel SEA Games

Baca juga artikel terkait SEA GAMES 2025 atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Olahraga
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Iswara N Raditya