Menuju konten utama

Profil Martin Luther King Jr: Aktivis Hak Sipil & Perjuangannya

Biografi Martin Luther King Jr akan berkisah soal profil pendeta sekaligus aktivis sosial yang mengedepankan hak-hak sipil di AS tahun 1950-an ini.

Profil Martin Luther King Jr: Aktivis Hak Sipil & Perjuangannya
Dr. Martin Luther King Jr berbicara di podium. FOTO/Julian Wasser/Getty Images

tirto.id - Biografi Martin Luther King Jr akan berkisah soal profil pendeta sekaligus aktivis sosial yang mengedepankan hak-hak sipil di AS tahun 1950-an ini.

Martin Luther King Jr atau Michael Luther King Jr, lahir pada 15 Januari 1929 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS).

Menurut catatan di situs Nobel Prize, Martin Luther King Jr menghabiskan hidupnya demi hak-hak sipil orang-orang berkulit gelap. Ketika berjuang, ia sempat beberapa kali ditangkap, dihina, bahkan sempat dibom rumahnya.

Jumlah bahasannya terkait hak sipil sudah dilantunkan lebih dari dua ribu lima ratus kali. Semuanya dibicarakan saat terjadi ketidakadilan, tindakan tak patut, hingga ingin protes terhadap suatu kebijakan yang dirasa tidak adil.

Salah satu pidatonya berjudul “I Have a Dream”, menunjukkan keinginan untuk disetarakan dengan manusia lain. Kendati berbeda warna kulit, ia mengedepankan karakter sebagai penilaian individu. Berkat usahanya, saat umur 35 tahun ia pernah memperoleh Nobel Peace Prize.

Masa Kecil Martin Luther king Jr dan Pendidikannya

Berdasarkan ungkapan situs Britannica, Martin saat masih belia tumbuh dalam keluarga yang harmonis. Ketika usia 6 tahun, Martin Luther King Jr sempat mengalami diskriminasi. Hal itu dilakukan oleh orang tua temannya sendiri.

Sebelum masuk bangku perkuliahan, pria ini pernah liburan musim panas ke Connecticut, daerah Utara. Kehidupan di tempat ini ternyata jauh berbeda dari lingkup rumahnya di kawasan Selatan. Ia menyaksikan bagaimana perbedaan ras tak terlalu dijadikan masalah, bahkan semuanya pergi ke gereja yang sama.

Setelah punya pengalaman kehidupan sosial baru, ia berkuliah di Crozer Theological Seminary, Pennsylvania. Lulus pada 1951, ia melanjutkan pembelajarannya di Universitas Boston. Gelar barunya diperoleh pada 1955.

infografik martin luther king

infografik martin luther king

Martin Luther King Jr: Aktivis Hak Sipil yang Tewas Dibunuh

Pada 1955, terjadi insiden antara seorang perempuan Afrika-Amerika dengan penumpang kulit putih. Padahal, perempuan tersebut hanya berniat untuk memberikan tempat duduknya kepada orang lain.

Kejadian ini pun membawa perempuan tersebut ke ranah hukum. Martin Luther King kala itu ditunjuk sebagai pemimpin demonstran. Mereka memboikot bus-bus di jalur transitnya. Bukan sehari atau dua hari, namun ini berlangsung sampai kurun waktu 382 hari.

Menanggapi peristiwa ini, Mahkamah Agung AS menghapus UU pemisahan kulit hitam dan putih. Dengan begitu, mereka bisa berbagi bus bersama-sama karena derajatnya sama.

Akan tetapi, perjalanan Martin Luther King Jr di fase boikot tersebut tak lancar begitu saja. Ia sudah banyak melewati masa buruk seperti ditangkap polisi, dihina orang-orang, sampai rumahnya pun sempat dilempari bom.

Masa-masa Martin sebagai Aktivis berlangsung lagi mulai 1957 sampai 1968. Pada suatu waktu, ia sempat mengutarakan pendapatnya di sebuah pawai damai yang berlokasi di Washington DC. Setidaknya, ada sejumlah 250.000 orang penonton kala itu.

Nahasnya, pada 4 April 1968 malam hari, ia dibunuh ketika sedang berdiri di balkon penginapannya. Padahal, perjalanan ia ke Memphis kala itu bertujuan untuk melakukan protes terhadap hak-hak para pekerja sampah di daerah sana.

Baca juga artikel terkait MARTIN LUTHER KING JR atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Yulaika Ramadhani