Menuju konten utama

Presiden Myanmar Usulkan Aung San Suu Kyi Bergabung di Kabinet

Presiden Myanmar Usulkan Aung San Suu Kyi Bergabung di Kabinet

tirto.id - Presiden Myanmar terpilih Htin Kyaw berbicara kepada seorang reporter saat meninggalkan gedung parlemen di Naypyitaw, Myanmar. ANTARA FOTO/REUTERS/Soe Zeya Tun

Presiden Myanmar terpilih Htin Kyaw berbicara kepada seorang reporter saat meninggalkan gedung parlemen di Naypyitaw, Myanmar. ANTARA FOTO/REUTERS/Soe Zeya Tun

Presiden Myanmar terpilih Htin Kyaw mengusulkan Aung San Suu Kyi untuk bergabung dengan kabinet yang dibentuk oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), kata ketua parlemen, Selasa, (22/3/2016).

Daftar usulan jajaran menteri di kabinet yang dipantau oleh kantor berita Reuters, seperti dikutip oleh kantor berita Antara, menunjukkan nama peraih Nobel Perdamaian itu dinominasikan untuk posisi di empat kementerian yaitu sebagai menteri sekretaris negara, menteri luar negeri, menteri sumber daya dan energi, dan menteri pendidikan.

Sebagai informasi, pemerintah yang akan datang mengambil alih kekuasaan pada pada 1 April.

NLD telah mencatat sejarah setelah memenangi pemilihan umum pada November tahun lalu. Suu Kyi memimpin kemenangan mutlak tersebut, namun konstitusi yang disusun mantan junta militer melarang dia menjadi presiden karena dua putranya berkewarganegaraan Inggris seperti mendiang suaminya.

Peraih Nobel Perdamaian itu sebelumnya bersumpah untuk menentang konstitusi tersebut, yang dijabarkan oleh pejabat-pejabat senior NLD sebagai suatu hal yang “konyol,” dan berjanji akan menjalankan pemerintahan dalam kedudukan yang “lebih tinggi dari presiden.”

Namun demikian, NLD tidak mengklarifikasikan bagaimana hal itu akan diimplementasikan, sehingga menimbulkan spekulasi akan kemungkinann posisi yang akan diemban oleh Suu Kyi setelah pemerintah berjalan bulan depan.

Sementara menurut Juru Bicara NLD Zaw Myint Maung, Suu Kyi akan ambil bagian dalam mengontrol pemerintah Myanmar yang akan datang dalam kedudukannya sebagai ketua partai, bukan dalam sebuah jabatan formal di pemerintahan.

“Sama seperti di sini, dia [Suu Kyi] akan memimpin partai [yang berkuasa], sehingga dia akan menjadi [kepanjangan] pemimpin pemerintahan yang dibentuk oleh partai,” kata Zaw Myint.

Baca juga artikel terkait AUNG SAN SUU KYI atau tulisan lainnya

Reporter: Ign. L. Adhi Bhaskara