Menuju konten utama

Prabowo Targetkan Sumsel Produksi 4 Juta Ton GKG Tahun Ini

Presiden Prabowo targetkan Sumsel produksi 4 juta ton GKG tahun ini demi swasembada pangan.

Prabowo Targetkan Sumsel Produksi 4 Juta Ton GKG Tahun Ini
Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel R Bambang Pramono. FOTO/Irwanto

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mampu memproduksi 4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2026 ini. Target khusus tersebut diberikan guna mendongkrak ketahanan pangan dan menyukseskan program swasembada beras nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel, R Bambang Pramono, mengungkap Sumsel merupakan daerah ketiga penghasil padi terbesar di Indonesia. Oleh sebab itu, Prabowo memberikan tantangan besar bagi Sumsel dalam rangka menunjang swasembada beras yang dicanangkan pemerintah.

"Bapak presiden menargetkan Sumsel bisa produksi GKG 4 juta ton tahun ini. Ini target khusus kepada Sumsel," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel R Bambang Pramono, Rabu (13/5/2026).

Bambang turut mengungkap target tersebut disampaikan Prabowo pada Gubernur Sumsel, Herman Deru, beberapa waktu lalu. Dia optimistis mampu mencapai target tersebut. Sebab produksi padi di Sumsel dari tahun ke tahun mengalami peningkatan signifikan dan menjadi salah satu daerah dengan lonjakan produksi padi tertinggi di Indonesia.

Pada 2025, produksi padi Sumsel mencapai 3,6 juta ton. Angka ini naik drastis dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,89 juta ton GKG. Pada 2023, GKG hasil produksi sawah di Sumsel sebanyak 2,8 juta ton dan pada 2022 menghasilkan 2,7 juta ton.

"Sumsel merupakan salah satu daerah tertinggi memproduksi pada se-Indonesia setelah Jawa Timur dan Jawa Barat," kata Bambang.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Sumsel bersama Kementerian Pertanian akan menggelar kick off gerakan tanam di Ogan Komering Ilir (OKI) pada 19 Mei 2026. Gerakan tanam tersebut disiapkan untuk menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam empat hingga lima bulan ke depan.

"Saat kemarau, lahan yang biasanya tergenang justru bisa ditanami. Ini menjadi peluang untuk meningkatkan luas tanam apalagi terdapat 73 persen lahan rawa di Sumsel," kata Bambang.

Selain itu, pemerintah bakal menyalurkan bantuan pupuk dan bibit kepada petani guna mendukung peningkatan produksi pangan di Sumsel. Lahan sawah di Sumsel sendiri saat ini tercatat 515 ribu hektare yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Banyuasin, dan beberapa daerah lain.

"Sawah di Sumsel masih sangat luas, satu kepala keluarga bisa menggarap 4 hektare sekaligus," tutup Bambang.

Baca juga artikel terkait KETAHANAN PANGAN NASIONAL atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah