tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto akan menyiapkan enam miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk sektor padat karya pada 2026.
Menurut Airlangga, bantuan dana itu disampaikan Prabowo saat rapat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 11 Januari 2026. Anggaran itu disebut diperuntukkan menjaga teknologi produk tekstil tetap bersaing.
"Bapak Presiden menyiapkan bahwa untuk mempertahankan yang labor intensive base, pemerintah akan menyiapkan dana sekitar enam miliar [dolar AS]," tuturnya di acara KADIN, Selasa (13/1/2026).
"Itu untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing dan investment-nya tetap berjalan terutama untuk tekstil, produk tekstil," sambung dia.
Airlangga menyebutkan, bantuan dana disalurkan mengingat saat ini ada lima juta tenaga kerja sektor padat karya. Tenaga kerja sektor padar karya disebut berpotensi meningkat hingga tujuh juta orang.
Di satu sisi, bantuan itu dinilai akan berguna mengingat ada delapan miliar orang di dunia. Delapan miliar orang tersebut pun mengenakan baju atau barang yang diproduksi sektor padat karya di Tanah Air.
"Yang delapan miliar orang itu semuanya saya lihat di sini pakai sepatu. Jadi, aman juga untuk industri sepatu," tutur Airlangga.
Ia menambahkan, Prabowo mengaku tidak hanya ingin mengembangkan sektor padat modal (capital insentive), melainkan juga sektor padat karya.
"Bapak Presiden terus mengingatkan bahwa yang labor intensive base harus tetap dijaga. Jadi kita jangan hanya lari yang capital base tetapi juga labor intensive," sebut Airlangga.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id







































