Menuju konten utama

Prabowo Minta Pangan di Daerah Pascabencana Aman jelang Ramadhan

Teddy menjelaskan, kepastian stok pangan ini menjadi prioritas mengingat saat ini sudah memasuki satu minggu menjelang bulan puasa.

Prabowo Minta Pangan di Daerah Pascabencana Aman jelang Ramadhan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat saat menghadiri Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut menyampaikan pemerintah telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI, Jakarta sebesar kurang lebih 4.000 meter persegi untuk dibangun gedung MUI dan lembaga-lembaga Islam lainnya. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar

tirto.id - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menegaskan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di wilayah pascabencana Sumatra tetap terjamin dan terjangkau menjelang bulan suci Ramadhan.

"Bapak Presiden ingin memastikan harga-harga, kemudian ketersediaan bahan pokok, bahan pangan, bahan yang dibutuhkan khususnya di daerah yang terkena dampak bencana itu benar-benar ada dan benar-benar terjangkau," ujar Teddy di kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Teddy menjelaskan, kepastian stok pangan ini menjadi prioritas mengingat saat ini sudah memasuki satu minggu menjelang bulan puasa.

Presiden, menurutnya, tidak ingin warga di lokasi pemulihan bencana mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Selain masalah pangan, Teddy juga memaparkan progres signifikan pemulihan fisik dan sosial di wilayah terdampak yang telah berjalan selama dua bulan.

Ia menyebut kerja sama lintas sektoral telah membuahkan hasil konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Data, fakta, dan realita di lapangan ini benar-benar menunjukkan hasil super cepat, hasil konkret, hasil kerja cepat pemerintah, tentunya bersama seluruh elemen TNI, Polri, relawan, dan bersama dengan seluruh warga," ungkapnya.

Teddy merinci, hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 5.500 unit rumah hunian.

Kecepatan pembangunan ini diklaim sebagai bentuk komitmen negara dalam memberikan penanganan terbaik bagi warga terdampak.

"Buktinya apa? Bukti tentu yang sudah dijelaskan oleh seluruh menteri dan pejabat terkait tadi. Apa itu? Banyak hal. Contoh konkret: dalam dua bulan sudah ada hunian 5.500, bahkan dalam satu bulan sudah jadi 1.500, ini sudah jadi. Jadi sekarang sudah jadi 5.500 rumah hunian," jelas Teddy.

Tidak hanya sektor perumahan, infrastruktur vital lainnya seperti 98 jembatan dan 99 ruas jalan nasional yang sebelumnya terputus kini telah bisa dilalui.

Di sektor kesehatan, sebanyak 87 rumah sakit dan 867 puskesmas juga dipastikan telah kembali beroperasi melayani pasien.

Teddy menambahkan bahwa Presiden terus memantau setiap perkembangan di lapangan secara berkala.

Hal ini dilakukan untuk memastikan penyaluran dana bantuan, baik ke pemerintah daerah maupun langsung ke warga, berjalan tepat sasaran sesuai data yang ada.

"Semua fokus dari Satgas dan seluruh tim bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga adalah penyaluran dana ke Pemda dan juga dana langsung ke warga yang terdampak. Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua yang diperlukan ke warga sesegera mungkin," ujar Teddy.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher