tirto.id - Presiden Prabowo Subianto bertemu empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026) siang waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas isu-isu penguatan kerja sama bilateral di sejumlah sektor, serta bertukar pandangan mengenai dinamika global.
Di Istana Élysée, kedatangan Presiden Prabowo disambut oleh pasukan kehormatan (guard of honor) Prancis, yang memberi penghormatan disertai iringan instrumen dari satuan musik. Presiden Macron, yang menunggu di teras Istana Élysée, kemudian berjalan menghampiri tamunya di pelataran.
Dua pemimpin negara itu saling berangkulan dan berjabat tangan. Dalam perjalanan masuk Istana Élysée, Prabowo dan Macron sempat berbincang-bincang sebentar. Keduanya lanjut berfoto tepat di depan pintu masuk Istana, kemudian Macron mengantarkan Prabowo masuk ruang Les Salon des Portraits untuk pertemuan empat mata (tête-à-tête).
Dalam keterangan resmi, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebut pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron menjadi forum strategis bagi kedua pemimpin untuk membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas.
"(Pertemuan empat mata itu, red.) sekaligus (menjadi kesempatan kedua pemimpin, red.) bertukar pandangan mengenai dinamika global yang tengah berkembang," kata Teddy dikutip dari Antara, Rabu (15/4/2026).
Selepas merampungkan pertemuan empat mata, Presiden Macron menjamu Presiden Prabowo santap siang, yang disebut oleh Sekretariat Presiden RI sebagai "bagian dari diplomasi tingkat tinggi untuk mempererat hubungan personal antarpemimpin serta memperkuat fondasi kemitraan kedua negara".
Dalam kesempatan terpisah, Teddy menjelaskan pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategisnya terkait dinamika global, termasuk kemungkinan terkait perang Iran versus Amerika Serikat dan zionis Israel yang saat ini memasuki tahap gencatan senjata.
"Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden, selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia," kata Teddy.
Kunjungan Presiden di Paris kali ini merupakan yang kedua kalinya pada tahun 2026 setelah yang pertama pada 23 Januari 2026.
Dalam kunjungannya pada Januari lalu, Presiden Prabowo memenuhi undangan dari Presiden Macron. Keduanya bertemu selama 2,5 jam di Istana Élysée, yang disertai dengan jamuan makan malam.
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































