Menuju konten utama

Prabowo: Kekayaan RI ke Luar Negeri akibat Kelalaian Bersama

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani menghadapi kenyataan bahwa sistem yang berjalan selama ini telah merugikan rakyat.

Prabowo: Kekayaan RI ke Luar Negeri akibat Kelalaian Bersama
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia yang bermakna penegasan nilai Pancasila relevan untuk menjaga keutuhan bangsa dan sebagai jawaban terciptanya perdamaian dunia. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekecewaan mendalam terkait hilangnya kekayaan negara yang mengalir ke luar negeri (net outflow of national wealth).

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (26/6/2026).

"Saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan. Dan saya sendiri, saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini," ungkap Prabowo sebagaimana disiarkan langsung oleh akun YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menilai selama ini banyak pihak di Indonesia yang cenderung menutup mata terhadap realitas pahit. Ia menyebut bangsa Indonesia sering kali lebih suka mendengar hal-hal yang menyenangkan daripada mengakui kondisi negara yang sebenarnya.

"Kita tidak perlu pura-pura, kita tidak perlu bicara manis-manis karena itu memang sering. Bangsa Indonesia suka bicara yang manis-manis di depan. Kita kadang-kadang tidak mau bicara apa adanya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa kondisi kebocoran ekonomi yang terjadi saat ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani menghadapi kenyataan bahwa sistem yang berjalan selama ini telah merugikan rakyat.

"Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama. Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat, karena itu saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat," ujar Prabowo.

Presiden memaparkan data bahwa selama 34 tahun terakhir, negara diperkirakan rugi hingga Rp15 ribu triliun akibat praktik under-invoicing atau laporan palsu dalam ekspor kekayaan sumber daya alam.

Ia berkomitmen untuk terus membenahi tata kelola pemerintahan, termasuk menutup perusahaan BUMN yang tidak produktif demi menghentikan kebocoran anggaran negara.

"Negara kita besar, negara kita luas, dan negara kita sangat-sangat kaya. Karena itu kuncinya adalah pemerintah harus bersih. Pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup," ujar Prabowo.

Baca juga artikel terkait KEKAYAAN NEGARA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto