Menuju konten utama

Prabowo Kalah di Survei Kompas, Fadli Zon: Saya Bisa Bikin Sendiri

"Saya juga bisa bikin survei yang bikin Pak Prabowo menang. Gampang," kata Fadli Zon.

Prabowo Kalah di Survei Kompas, Fadli Zon: Saya Bisa Bikin Sendiri
Wakil Ketua DPR Fadli Zon di kompleks parlemen, senayan, jakarta, kamis (30/6). Antara foto/Hafidz Mubarak A.

tirto.id -

Wakil Ketua DPP Gerindra, Fadli Zon tidak percaya dengan hasil survei Litbang Kompas yang menempatkan Jokowi di urutan teratas dan Prabowo Subianto di urutan kedua elektabilitas Capres 2019.

"Saya juga bisa bikin survei yang bikin Pak Prabowo menang. Gampang," kata Fadli, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018).

Fadli menilai survei Litbang Kompas yang dirilis hari ini (23/4) di Harian Kompas tidak bisa menggambarkan secara menyeluruh elektabilitas Capres 2019, melainkan hanya indikator saja.

"Harus dilihat juga metodenya seperti apa. Tidak bisa melihat 1-2 survei. Nanti sore kalau saya bikin survei di medsos juga Pak Prabowo menang," kata Fadli.

Lagi pula, kata Fadli, survei tersebut dilakukan sebelum Prabowo menerima mandat sebagai capres pada 11 April lalu. Sehingga, menurutnya, tidak bisa dikatakan Prabowo akan kalah.

Fadli menilai tingkat kepuasan masyarakat kepada Jokowi sebesar 72,2 persen juga tidak mengindikasikan yang bersangkutan akan terpilih kembali sebagai presiden.

"Sebagai contoh waktu Ahok, tingkat kepuasan masyarakat itu 70% tapi hasilnya cuma 42%. Tidak ada keterpilihan," kata Fadli.

Terlebih, menurut Fadli, Pilpres masih akan dilangsungkan 1 tahun mendatang dan Prabowo masih mempunyai cukup waktu untuk menaikkan elektabilitasnya. Bahkan, menurutnya, mantan Danjen Kopassus tersebut masih diuntungkan karena sampai saat ini Jokowi belum mampu merealisasikan janji-janjinya.

"Kontestasi sesungguhnya nanti. Biar rakyat yang menentukan," kata Fadli.

Survei Litbang Kompas menyatakan elektabilitas Jokowi mendapatkan angka 55,9 persen. Naik dari enam bulan sebelumnya di angka 46,3 persen. Sementara Prabowo mendapatkan angka 14,1 persen. Turun dari enam bulan sebelumnya di angka 18,2 persen.

Survei tersebut diketahui menggunakan metode tatap muka terhadap 1200 responden di 34 provinsi secara periodik oleh Litbang Kompas pada 21 Maret-1 April 2018.

Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen, margin of error plus minus 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari M. Ahsan Ridhoi

tirto.id - Politik
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Maya Saputri