Menuju konten utama

Prabowo: 4 Kali Saya Pilpres, tapi Tak Ganggu Pemimpin Terpilih

Prabowo menyatakan bahwa kegaduhan pascapemilihan hanya akan menghambat negara dalam mencapai kesejahteraan.

Prabowo: 4 Kali Saya Pilpres, tapi Tak Ganggu Pemimpin Terpilih
Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam kunjungannya di SRMP 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). ANTARA/HO-tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik dan menghormati mandat rakyat demi kemajuan bangsa. Prabowo menceritakan pengalamannya yang tetap menjaga ketertiban meskipun berulang kali mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden (pilpres).

"Saya maju ke rakyat lima kali minta mandat. Empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," ujar Prabowo dalam sambutannya pada Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Prabowo menyatakan bahwa kegaduhan pascapemilihan hanya akan menghambat negara dalam mencapai kesejahteraan. Ia pun mempertanyakan produktivitas dari pertikaian politik yang berlarut-larut.

"Apa kita mau gaduh, habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan kegemarannya mendalami ilmu sejarah.

Menurut pria yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu, sejarah membuktikan bahwa kesuksesan sebuah negara sangat bergantung pada kekompakan para pemimpinnya.

"Salah satu hobi saya, passion saya adalah sejarah. Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitnya bisa kerja sama, itu bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elitnya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," jelasnya.

Lebih lanjut, purnawirawan TNI ini juga menyoroti berbagai konflik yang sedang terjadi di dunia, mulai dari perang di Ukraina, Palestina, hingga Myanmar.

Prabowo memperingatkan bahwa kehancuran di wilayah-wilayah tersebut dipicu oleh ketidakmampuan para elit untuk bersinergi.

"Di tengah ini semua kuncinya adalah antara lain elit yang tidak bisa kerja sama," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Menhan RI ini mengajak para cendekiawan dan pemimpin bangsa untuk memfokuskan seluruh kemampuan mereka demi kepentingan masyarakat luas.

"Bukankah itu segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah? Bukankah itu," ujar Prabowo.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher