Menuju konten utama

PPIH Bentuk Tim Khusus Mina, Siaga di Lokasi sejak 8 Dzulhijjah

Harun mengatakan, Timsus Mina ini beranggotakan personel Perlindungan Jemaah (Linjam) yang terdiri dari prajurit TNI-Polri.

PPIH Bentuk Tim Khusus Mina, Siaga di Lokasi sejak 8 Dzulhijjah
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, saat ditemui di sela-sela agenda pengecekan jalur pergerakan jemaah Mina menuju Jamarat, Minggu sore (17/5/2026). MCH 2026/Abdul Aziz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membuat sejumlah terobosan saat puncak haji untuk mengoptimalkan layanan kepada jemaah, khususnya lansia dan risiko tinggi (risti). Salah satu inovasi barunya adalah membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan, Timsus Mina ini tidak akan ke Arafah dan Muzdalifah, tapi langsung menyambut jemaah haji di tenda Mina. Timsus ini akan diberangkatkan pada 8 Dzulhijjah malam saat jemaah didorong ke Arafah untuk wukuf pada 9 Dzulhijjah.

"Dengan skema ini, tenaga mereka masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba," ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan jemaah Mina menuju Jamarat, Minggu (18/5/2026) sore.

Harun mengatakan, Timsus ini beranggotakan personel Perlindungan Jemaah (Linjam) yang terdiri dari prajurit TNI-Polri. Tim ini adalah pilihan dan sudah berpengalaman karena telah bertugas minimal satu kali pada operasional haji sebelumnya.

Tugas pokok Timsus Mina ini, kata Harun, meliputi pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jemaah haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah, terutama jemaah haji yang ikut skema murur, yang akan sampai ke Mina lebih awal karena hanya lewat dan berhenti sebentar di Muzdalifah.

Menurut Harun, fase kedatangan di Mina merupakan waktu yang sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.

Terkait pemetaan wilayah maktab, Harun menyebutkan, sebagian besar jemaah haji Indonesia menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim. Mereka terbagi ke dalam 61 markas, mulai dari maktab kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di wilayah atas.

Sementara itu, untuk skema tanazul atau langsung pulang ke hotel setelah lempar jumrah Aqabah, rencananya akan ditempatkan di Zona 5 dan saat ini masih dalam tahap perumusan final sebelum diumumkan secara serentak.

Demi menjaga kelancaran dan keselamatan pergerakan massa, Harun juga mengeluarkan imbauan penting bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina agar tidak berpindah lantai saat melakukan prosesi melontar jumrah.

"Bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim," kata Harun.

Jarak perjalanan pulang-pergi dari tenda Mina menuju jamarat melalui posko zona 3 diperkirakan mencapai kurang lebih 4,5 kilometer. PPIH berharap dengan orientasi jalur yang matang serta kesiapan Timsus Mina, seluruh rangkaian puncak haji dapat berjalan dengan aman, efektif, dan efisien.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher