Polri akan Ajak Timses Cegah Serangan Fajar pada Minggu Tenang

Reporter: Adi Briantika, tirto.id - 4 Apr 2019 12:17 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Aparat kepolisian akan mengajak jajaran tim sukses dan instansi terkait untuk ikut serta dalam kegiatan pencegahan serangan fajar jelang hari pencoblosan pemilu.
tirto.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama TNI akan memaksimalkan patroli terpadu untuk mencegah adanya ‘serangan fajar’ atau kecurangan politik uang menjelang hari pencoblosan.

Aparat pun mengajak jajaran tim sukses dan instansi terkait untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.

“Kami akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (bawaslu), pemerintah daerah dan melibatkan timses dari masing-masing pasangan calon,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (4/4/2019).

Tujuannya, lanjut dia, aparat dan pemerintah berkomitmen bahwa Pemilu 2019 bebas dari politik uang. Bahkan pada fase minggu tenang, tim akan makin mengintensifkan patroli itu.

“Kami antisipasi serangan fajar pada saat minggu tenang, kami akan optimalkan pelaksanaan patroli terpadu,” kata Dedi.

Selain itu, Satgas Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) telah menerima 31 laporan terkait politik uang.

“Semuanya sedang kami proses penyidikan oleh Sentra Gakkumdu di kabupaten maupun kota. Politik uang merupakan tindak pidana pelanggaran pemilu,” sambung dia.

Kasus politik uang kembali mencuat lantaran politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso ditangkap jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan, Kamis (28/3/2019) dini hari.

Bowo diduga menerima uang dari Manager Marketing PT Humpuss Asty Winasti melalui orang suruhannya yang bernama Indung. Bowo menerima uang Rp221 juta dan 85.130 dolar AS lewat tujuh kali pemberian. Kedua orang itu pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bowo diduga telah mengumpulkan duit dari sejumlah pihak lain sehingga total uang yang ia terima mencapai Rp8 miliar. Uang itu telah dimasukkan ke dalam amplop yang masing-masing berisi pecahan Rp50 ribu atau Rp20 ribu. Jumlah amplop mencapai 400 ribu dan seluruhnya dimasukkan ke dalam 84 kardus besar.

Rencananya uang itu digunakan untuk ‘serangan fajar’ pada hari pencoblosan, 17 April mendatang. Bowo mencalonkan diri jadi anggota legislatif melalui Partai Golkar di daerah pemilihan Jawa Tengah II.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno

DarkLight