Menuju konten utama

Polisi Ungkap Alvaro Sempat Dicekik Ayah Tirinya

Alex menjemput Alvaro dengan iming-iming mainan, tetapi tak dibelikan lalu disekap, dicekik, dan ditindih Alex selama 2-3 menit hingga meninggal dunia.

Polisi Ungkap Alvaro Sempat Dicekik Ayah Tirinya
Foto Alvaro di kediamannya di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2025). tirot.id/Irfan amin

tirto.id - Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap proses tersangka Alex Iskandar membunuh anak tirinya, Alvaro Kiano Nugroho, di rumahnya daerah Tangerang. Awalnya, Alvaro dijemput dari lantai dua masjid dekat rumahnya di daerah Pesanggrahan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menyatakan, saat itu tersangka bertanya kepada marbot masjid yang kondisinya sudah tua dan rabun. Marbot tersebut memberitahukan bahwa Alvaro berada di lantai dua masjid dan tengah bermain dengan teman-temannya.

"Selanjutnya, dari situ, AKN karena sudah kenal dengan AI karena ini merupakan ayah tirinya. Selanjutnya, AI juga menjanjikan AKN untuk bersama-sama dengan dia keluar untuk mau membeli mainan dan makanan," ucap Nicolas kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).

Menurut dia, tersangka kemudian berdalih akan mandi kepada korban sehingga harus pulang ke rumahnya di Tangerang, dan setelah itu membeli mainan. Sesampainya di rumah tersangka, korban mulai menangis karena tak kunjung diajak membeli mainan.

"Sampai di rumah itu lah karena AKN ini rewel dan nangis ingin pulang, dan mainan yang dijanjikan tidak kunjung ada, belum dibeli, akhirnya dari situlah menurut keterangan ayah tirinya, AI ini, AKN disekap dengan handuk yang tergantung dan juga dicekik, serta ditindih," ungkap dia.

Dari pengakuan tersangka, kata Nicolas, hal itu dilakukan 2-3 menit hingga akhirnya korban tidak bergerak lagi. Alex pun panik dan masih berupaya menghilangkan barang bukti terkait korban.

"Dari situ lah dia mencari tas untuk mengisi korban AKN ini dan akhirnya dia putuskan untuk keluar mencari kantong plastik sampah hitam yang besar itu dan akhirnya dia membeli beberapa kantong plastik dan dia kembali ke rumah," kata Nicolas.

Mayat Alvaro, ujar Nicolas, diikat dengan tali rapia dan langsung dimasukan ke kantong. Kantong plastik kemudian diletakan di pagar tembok dan juga mobil milik tersangka.

Setelah tiga hari, ucap dia, mayatnya dibuang ke bawah jembatan daerah Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca juga artikel terkait KASUS ALVARO ANAK HILANG atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher