Menuju konten utama

Polisi Bongkar Makam ODGJ di Banyuasin, Diduga Tewas Dianiaya

Usai ekshumasi makam ODGJ di Banyuasin, Tim Forensik Polda Sumsel temukan bekas kekerasan benda tumpul di tubuh korban.

Polisi Bongkar Makam ODGJ di Banyuasin, Diduga Tewas Dianiaya
Proses ekshumasi makam ODGJ di Banyuasin, FOTO/Humas Polda Sumsel
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan ekshumasi terhadap makam YH (27), seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tewas secara misterius di areal perkebunan sawit. Langkah ini diambil guna melakukan autopsi setelah pihak keluarga menemukan banyak luka lebam dan patah tulang pada jenazah korban saat dimandikan.

Ekshumasi dilakukan di pemakaman umum Air Batu, Talang Kelapa, Banyuasin, Sumsel. Proses pembongkaran makam dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/234/II/2026/SPKT/POLDA SUMSEL serta didukung oleh surat perintah resmi penyidikan dan medis.

Plt Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP M Sofwan R, mengungkapkan, ekshumasi dilakukan guna kepentingan autopsi forensik dalam rangka memperoleh bukti ilmiah dalam proses penyidikan. Hasil medis yang diperoleh akan didapat secara akurat dan menjadi alat bukti penting dalam melengkapi berkas perkara.

"Kita sudah lakukan ekshumasi terhadap makam korban. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai prosedur hukum dan standar etika dengan kehadiran pihak keluarga korban dan penasihat hukum," ujar Sofwan, Selasa (14/4/2026).

Sofyan menyebut, hasil autopsi akan digunakan untuk menguji kesesuaian unsur pidana dalam perkara yang disangkakan, termasuk kemungkinan adanya luka atau trauma fisik yang menjadi penyebab kematian korban. Selanjutnya, penyidik akan menentukan proses hukum dalam gelar perkara lanjutan.

"Kami masih menunggu hasil resmi pemeriksaan dari tim forensik Biddokkes Polda Sumsel," kata Sofyan.

Dokter Forensik RS Bhayangkara, Mohammad Hasan Palembang Indra Nasution, menyebut ada bekas kekerasan di tubuh korban, seperti di kaki, paha, tangan, dan kepala, yang diduga akibat benda tumpul. Namun diperlukan pemeriksaan laboratorium agar penyebab kematiannya terungkap.

"Kita lakukan hasil pemeriksaan lab," kata Indra.

Kakak korban, Ginanjar, berharap hasil autopsi dapat mengungkap misteri kematian adiknya. Keluarga menduga korban tewas akibat tindak pidana.

Ginanjar menjelaskan, YH mengalami gangguan kejiwaan akibat kepalanya dipukul begal beberapa tahun lalu. Korban sering berjalan tetapi tidak pernah berbuat onar yang membahayakan orang lain.

"Adik saya kena begal, kepalanya kena pukul jadi kejiwaannya terganggu," kata Ginanjar.

Sebelum ditemukan tewas, korban pergi dari rumah pada Senin (9/2/2026). Dua hari kemudian, keluarga mendapat kabar bahwa korban telah tewas di areal perkebunan sawit milik sebuah perusahaan di Banyuasin, Rabu (11/2/2026).

Keluarga menyusul ke lokasi tetapi pihak perusahaan menyebut jenazah sudah dititipkan di salah satu masjid dan dimasukkan dalam keranda. Ketika itu, pihak perusahaan menyebut korban tewas akibat kelelahan dan ditemukan di areal kebun.

Saat proses memandikan, keluarga menemukan kejanggalan. Ditemukan banyak luka lebam di tubuhnya, tangan kiri patah, dan luka bolong di kaki kanan.

"Tidak mungkin karena kelelahan, kami kira dia disangka orang mau mencuri atau apa. Yang jelas, dia meninggal karena kekerasan," kata Ginanjar.

Baca juga artikel terkait EKSHUMASI atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah