tirto.id - Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan lalu lintas untuk menyambut kedatangan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Jakarta. Kunjungan kenegaraan tersebut dilakukan dalam rangka pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengatakan tidak ada penutupan jalan secara permanen dalam pengamanan ini. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk tamu VVIP, rekayasa lalu lintas hanya diberlakukan saat iring-iringan kendaraan melintas.
"Sama seperti pengamanan VVIP lainnya. Penutupan hanya saat rangkaian kebesaran melintas," ujar Komarudin saat dikonfirmasi reporter Tirto, Jumat (27/3/2026).
Komarudin menjelaskan, rute yang akan dilalui meliputi Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, dan Jalan Gatot Soebroto.
"Gatsu, Sudirman, dan Thamrin ya (jalur yang dilalui). Pukul 15.30 WIB (kedatangannya)," ungkap Komarudin.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan bertemu Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto pada Jumat (27/3/2026) untuk membahas perkembangan geopolitik terkini.
"Perdana Menteri Dato’ Seri Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan khusus ke Jakarta, Republik Indonesia, pada 27 Maret 2026, atas undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) di Kuala Lumpur, Kamis (26/3/2026) sebagaimana dikutip Antara.
Wisma Putra menyatakan, kunjungan tersebut akan berfokus pada dinamika geopolitik terbaru, khususnya konflik di Asia Barat, serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global, termasuk implikasinya bagi Malaysia dan Indonesia. Perkembangan ini dinilai memerlukan pembahasan yang komprehensif, cermat, dan terkoordinasi antara kedua negara guna menyelaraskan posisi serta memperkuat kerja sama strategis dalam merespons situasi.
Dalam konteks itu, pertemuan kedua pemimpin diharapkan dapat mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan, sekaligus memastikan keberlanjutan jalur perdagangan global dan rantai pasok yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Pertemuan tersebut juga diharapkan menegaskan pentingnya penguatan peran ASEAN sebagai blok yang bersatu dan berprinsip, sehingga kawasan mampu bertindak secara kolektif dalam menjaga perdamaian, mempertahankan stabilitas regional, serta melindungi ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































