Menuju konten utama

Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran hingga 10 Hari

Pernyataan tersebut menjadi penundaan terbaru sejak Trump pertama kali mengancam akan menyerang sistem energi Iran.

Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran hingga 10 Hari
Presiden AS Donald Trump berbicara setelah menandatangani perintah eksekutif tentang penipuan di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, DC, pada 16 Maret 2026. AFP/Alex Wong/Getty Images

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menunda tenggat waktu yang dia tetapkan sendiri untuk melancarkan serangan terhadap infrastruktur jaringan listrik Iran hingga 6 April 2026 mendatang. Penundaan ini disebut terkait adanya kemajuan dalam negosiasi guna mengakhiri perang yang tengah berlangsung.

Pengumuman itu muncul di tengah tekanan yang terus dilancarkan Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi distribusi minyak dunia.

“Sebagaimana permintaan Pemerintah Iran, pernyataan ini menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran pembangkit energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 waktu Timur,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social sebagaimana dilansir dari Aljazeera, Jum’at (27/3/2026).

“Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang beredar dari media berita palsu dan pihak lainnya, semuanya berjalan sangat baik,” klaim Trump.

Pernyataan tersebut menjadi penundaan terbaru sejak Trump pertama kali mengancam akan menyerang sistem energi Iran. Pada hari Minggu sebelumnya, dia mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi serangan terhadap jaringan listrik, dimulai dengan fasilitas terbesar.

Sehari kemudian, Trump kembali menunda serangan selama lima hari dengan alasan adanya pembicaraan yang baik dan produktif. Meski begitu, klaim itu yang dibantah oleh pihak Iran. Penundaan pada Kamis pekan ini menjadi yang kedua kalinya.

Pemerintahan Trump juga dinilai kerap menyampaikan pernyataan yang saling bertentangan terkait arah perang, yang dimulai sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi