tirto.id - PT Indofarma Tbk (INAF) memberi penjelasan terkait dengan kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 413 karyawannya. Melalui dokumen keterbukaan informasi, Perseroan mengaku tengah melakukan upaya perbaikan dan pemulihan dengan melaksanakan restrukturisasi perusahaan.
Sesuai penyampaian keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 September 2025 sebelumnya, Perseroan telah memperoleh dukungan pendanaan guna mendukung pelaksanaan efisiensi biaya operasi sebagaimana diatur dalam putusan homologasi.
Langkah efisiensi dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai komponen biaya operasional yang belum optimal, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan usaha.
Dalam proses ini, Perseroan melakukan penyesuaian organisasi sesuai model bisnis yang akan dijalankan, agar kegiatan operasional dapat berlangsung secara lebih efektif dan efisien.
"Dengan dukungan pendanaan tersebut, Indofarma memastikan seluruh kewajiban terkait hak-hak karyawan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku." tulis manajemen Indofarma dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (11/11/2025).
Lebih lanjut, Perseroan menjelaskan rencana restrukturisasi ini merupakan bagian dari implementasi strategi penyehatan Perusahaan melalui restrukturisasi keuangan dan reorientasi bisnis, serta menindaklanjuti perjanjian perdamaian (homologasi) dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), sesuai Putusan Perdamaian Nomor 74/PDT.SUS-PKPU/2024/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 15 Agustus 2024.
Diberitakan sebelumnya, PT Indofarma Tbk (INAF) masih berupaya keluar dari kinerja keuangan yang negatif, dengan rencana pemulihan yang baru mencapai 30 persen. Kondisi ini memperbesar potensi penghapusan saham emiten BUMN farmasi tersebut dari Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat suspensi perdagangan yang telah berlangsung selama setahun.
“Persentase progress 30 persen perbaikan kondisi keuangan dan kelancaran operasional perseroan,” ujar Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing, dalam keterbukaan informasi BEI hari ini, Jumat (25/7/2025).
Dia menjelaskan, selain perbaikan keuangan, target perseroan pada kuartal I-IV 2205 Indofarma mengadopsi model bisnis yang fokus pada operasional berbasis kontrak (made to order) untuk meningkatkan utilisasi produksi.
“Progress pelaksanaan fokus pada bisnis made to order sebagai upaya peningkatan utilisasi produksi,” tambahnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































