Menuju konten utama

6 Pesan Mensos Gus Ipul kepada Kader Tagana di Seluruh Indonesia

Gus Ipul menekankan pentingnya kesiapsiagaan, profesionalisme, dan integritas kader-kader Tagana dalam penanggulangan bencana di seluruh Indonesia.

6 Pesan Mensos Gus Ipul kepada Kader Tagana di Seluruh Indonesia
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan kepada seluruh kader Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (27/4/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh perwakilan kader Tagana dari 38 Provinsi di Indonesia. (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Taruna Siaga Bencana (Tagana) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 pada 24 Maret 2026 dengan tema "22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri." HUT ke-22 ini menegaskan solidaritas dan profesionalisme Tagana dalam berbagai penanggulangan bencana.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan oleh Tagana bagi bangsa dan negara.

“Saya sekali lagi, bersama Pak Wamen ingin mengucapkan selamat ulang tahun, terimalah rasa bangga saya, Pak Wamen, dan seluruh jajaran Kementerian Sosial, mewakili Bapak Presiden, mengucapkan terima kasih atas dedikasi pengabdian yang tak mengenal lelah bagi kader-kader Tagana, khususnya ketika terjadi bencana di berbagai tempat di Indonesia,” kata Gus Ipul.

Pernyataan itu disampaikan oleh Gus Ipul saat memberikan arahan kepada para perwakilan Tagana dari 38 provinsi dalam pertemuan via Zoom, Senin (27/4/2026). Gus Ipul bersama dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri forum ini dari Kantor Kemensos, Jakarta.

Pertemuan daring itu melanjutkan rangkaian kegiatan peringatan HUT Tagana ke-22 yang sudah digelar sebelumnya, mulai dari apel, santiaji, hingga bakti sosial di sejumlah daerah.

Dalam arahannya, Gus Ipul juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para kader Tagana di seluruh Indonesia.

1. Siaga Tanpa Kompromi

Gus Ipul menekankan, Tagana harus selalu menjadi yang terdepan saat bencana terjadi. Ia meminta para kader Tagana menghindari keterlambatan maupun keraguan dalam bertugas.

“Pada saat prabencana, membangun sistem kesiagaan dan mitigasi bencana. Saat bencana, mengaktifkan sistem yang sudah dipersiapkan untuk penanggulangan bencana alam secara terpadu. Dan pasca bencana, melakukan kegiatan pemulihan dan penguatan korban bencana alam. Ini adalah yang dikerjakan oleh teman-teman sekalian,” kata Gus Ipul.

2. Profesional dan Terlatih

Berikutnya, Gus Ipul mendorong Tagana untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar semakin profesional dan mampu memberikan layanan terbaik bagi bangsa melalui aksi kemanusiaan menolong keluarga terdampak bencana di seluruh Indonesia.

Penguatan kapasitas dalam evakuasi, pengelolaan logistik, pengoperasian dapur umum, hingga pemberian dukungan psikososial, dinilai krusial mengingat situasi bencana bukan sekadar simulasi, melainkan menyangkut keselamatan jiwa manusia.

“Saudara-saudara hadir paling cepat, bekerja paling keras, dan pulang paling akhir. Itulah prinsip layanan saudara-saudara sekalian para anggota Tagana di seluruh Indonesia,” ujar Gus Ipul.

3. Solid dan Terintegrasi

Selanjutnya, Gus Ipul menegaskan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor. Tagana diharapkan menjalin koordinasi erat dengan TNI, Polri, BNPB maupun BPBD di daerah, serta relawan non-pemerintah, termasuk menggelar simulasi penanggulangan bencana secara berkala di wilayah masing-masing.

“Tidak ada bencana yang bisa ditangani sendiri. Saya ulang, tidak ada bencana yang ditangani sendiri. Jadi, perkuat kolaborasi lintas sektor, bencana harus dilawan dengan gotong royong,” tuturnya.

4. Berbasis Data dan Sistem

Gus Ipul juga mendorong seluruh kader Tagana untuk aktif berperan dalam penguatan data dan sistem.

“Respons bencana tidak cukup dengan hanya cepat saja. Saya ulang, respons bencana tidak cukup dengan cepat saja. Harus cepat dan tepat,” jelas Gus Ipul.

Untuk memastikan respons yang cepat dan tepat, penggunaan data yang akurat dan sesuai kondisi di lapangan menjadi krusial.

Agar terbiasa bekerja berbasis data dan sistem, para kader Tagana perlu aktif berkontribusi dalam pemutakhiran DTSEN.

“Kami berharap kader Tagana bisa menjadikan DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, untuk memastikan bantuan tepat sasaran, sekaligus membantu pemutakhiran, karena DTSEN itu memerlukan pemutakhiran data,” tambahnya.

5. Integritas Tanpa Tawar

Gus Ipul sekaligus meminta seluruh kader Tagana untuk terus menjaga integritas dengan menghindari tindakan penyimpangan, termasuk penyalahgunaan bantuan, karena amanah kemanusiaan tidak mengenal kompromi.

“Selama ini sudah dijadikan pedoman di lapangan oleh kader-kader Tagana, tapi dalam kesempatan 22 tahun Tagana, saya ingin ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa integritas adalah modal besar buat kita untuk melayani keluarga yang terdampak,” ujarnya.

6. Humanis dan Berempati

Sebagai penutup, Gus Ipul berharap kader Tagana tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan empati dan kehangatan. Mereka diharapkan bukan sekadar membantu, melainkan turut menguatkan para penyintas.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis