Menuju konten utama

Personel Penjaga Perdamaian PBB asal Indonesia Gugur di Lebanon

Seorang personel UNIFIL asal Indonesia lainnya juga ada yang mengalami luka parah imbas meningkatnya konflik Hizbullah dan Israel di Lebanon.

Personel Penjaga Perdamaian PBB asal Indonesia Gugur di Lebanon
Personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL TA 2024 mengikuti upacara penyambutan di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang personel pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia gugur di tengah konflik antara kelompok Hizbullah dan Israel.

Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melalui platform X pada Senin (30/3/2026).

"Saya mengecam keras insiden pada Minggu di mana seorang penjaga perdamaian asal Indonesia di UNIFIL terbunuh di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah," kata Guterres dilansir dari Antara, Senin (30/3/2026).

Guterres juga menyebutkan bahwa seorang personel UNIFIL asal Indonesia lainnya mengalami luka parah dalam peristiwa itu.

Ia menyampaikan duka cita kepada bangsa Indonesia, khususnya keluarga dan rekan korban, dan menyatakan harapan agar personel yang terluka bisa segera pulih.

Menurut Guterres, insiden tersebut merupakan bagian dari rentetan kejadian yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

"Saya menyerukan semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional serta memastikan keselamatan personel dan properti PBB setiap saat," katanya.

Ketegangan terus meningkat di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Iran lalu melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di kawasan tersebut.

Konflik meluas ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah ikut melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Israel.

Serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon dan melukai ribuan lainnya.

Insiden di perbatasan Israel-Lebanon juga menelan korban dari kalangan personel UNIFIL dari berbagai negara.

Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menegaskan bahwa keselamatan personel Kontingen Garuda tetap menjadi prioritas.

"Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda," kata kementerian tersebut dalam keterangannya pada 14 Maret.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto