Pernikahan Dini, Kawin Tua, & Kapan Usia Menikah Ideal?

Oleh: Balqis Fallahnda - 16 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pernikahan dini maupun perkawinan pada usia yang terlalu tua bukan merupakan usia yang ideal untuk memulai rumah tangga.
tirto.id - Pernikahan dini berpotensi meningkatkan angka putus sekolah serta kemiskinan karena hak anak untuk tumbuh dan memperoleh pendidikan dapat terampas. Perkawinan pada umur yang terlalu tua juga bisa menimbulkan dampak yang kurang baik. Lantas, kapan usia ideal untuk menikah?

Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, yang menjamin pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi setiap orang, dan menjamin kesehatan ibu dalam usia reproduksi agar melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas, serta mengurangi angka kematian ibu.

Di samping masalah kesehatan reproduksi, pernikahan usia dini juga rentan dengan perceraian, demikian menurut Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Salah satu upaya untuk menekan terjadinya masalah kesehatan reproduksi dan perceraian yang disebabkan oleh pernikahan dini adalah dengan memberikan batasan minimal usia pernikahan.

Pada 2019 lalu, telah dilakukan revisi terhadap Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 perihal batasan minimal usia pernikahan yang diizinkan untuk laki-laki dan wanita menjadi 19 tahun.

Hukum di Indonesia memang sudah memberikan batasan minimal 19 tahun untuk menikah, namun batasan ideal usia untuk menikah masih menjadi topik yang sering diperbincangkan, seperti misalnya menikah diperbolehkan bagi mereka yang telah dewasa.

Ukuran usia dewasa juga memiliki batasan minimal bervariasi tergantung konteksnya. Misalnya di Indonesia dianggap dewasa saat mereka sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau di usia 17 tahun ke atas.

Sedangkan WHO mengelompokkan mereka yang berusia 12-24 tahun masih dalam kategori remaja. Usia dewasa adalah mereka yang berusia 24 tahun ke atas, demikian menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Lantas, Kapan Usia Ideal Menikah?

Mempersiapkan pernikahan ideal tidak hanya diperlukan kematangan fisik, namun juga kematangan mental. Menjadi penting untuk memikirkan usia yang tepat untuk menikah, demi menghadapi perubahan besar dan memiliki tanggung jawab saat menjalani rumah tangga.

Menurut U.S. Census Bureau 2013 yang dikutip dari Women’s Health, usia rata-rata yang baik untuk menikah adalah sekitar usia 27 tahun untuk wanita dan usia 29 tahun untuk pria.

Psychology Today menulis bahwa orang yang menikah usia dewasa dan matang akan memiliki pernikahan yang stabil ketimbang mereka yang menikah di usia belia.

Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat jika Anda masih muda, finansial Anda masih belum stabil. Bahkan secara emosional Anda belum sepenuhnya matang, karena sel pada otak Anda belum berkembang secara maksimal.

Lebih dari itu, remaja cenderung belum memiliki pengalaman menjalin hubungan secara serius.

Data menunjukkan, tunggu usia yang tepat dan terbaik untuk menikah. Angka perceraian 50% lebih rendah bagi mereka yang menikah pada usia 25 tahun dibanding mereka yang menikah pada usia di bawahnya.

Menikah pada usia yang sedikit lebih tua memiliki angka perceraian yang rendah, sangat wajar, mengingat kemungkinan pasangan lebih stabil secara finansial, memiliki kematangan emosi dan tujuan yang lebih jelas, serta pengalaman dalam berhubungan.

Namun demikian, waktu menikah yang tepat adalah tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Penelitian sosiolog Nick Wolfinger yang diterbitkan Institute of Family Studies, menganalisis data dari tahun 2006-2010 dan National Survey of Family Growth tahun 2011-2013. Ia menemukan semacam kurva lonceng terbalik.

"Peluang perceraian menurun seiring bertambahnya usia dari masa remaja Anda hingga akhir dua puluhan dan awal tiga puluhan," tulisnya.

"Setelah itu, peluang perceraian naik lagi saat Anda memasuki usia akhir tiga puluhan dan awal empat puluhan," lanjut Wolfinger.

Untuk setiap tahun setelah sekitar usia 32 tahun, peluang perceraian naik sekitar 5%, demikian sebagaimana ditulis Time.

Baca juga artikel terkait PERNIKAHAN DINI atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight