tirto.id - Jadwal pendaftaran SBMPTN 2019 dimulai pada 10 Juni sampai dengan 24 Juni 2019. Ketentuannya, para peserta hanya dapat memilih paling banyak dua program studi (prodi) dalam satu perguruan tinggi negeri (PTN) atau dua PTN.
Selain itu, pemilihan prodi pertama atau kedua menunjukkan skala prioritas pilihan peserta. Oleh karena itu, sebelum menentukan salah satu prodi tujuan, peserta ada baiknya untuk mengetahui perbandingan daya tampung dan tingkat persaingan ketetatan atau kompetensi di masing-masing prodi.
Sebagai contoh, Prodi Sastra Jerman di Universitas Negeri Surabaya atau UNESA memiliki jumlah daya tampung 18. Jumlah peminat pada 2018 mencapai 204 peserta. Tingkat persaingannya mencapai 1:10 pada SBMPTN 2018 lalu.
Untuk Prodi Sastra Jerman di Universitas Sam Ratulangi atau UNSRAT pada SBMPTN 2019 ini memiliki daya tampung sebanyak 14. Jumlah peminat Prodi Sastra Jerman di UNSRAT pada 2018 mencapai 20 peserta. Sedangkan tingkat persaingan mencapai 1:1.
Biaya UKT
Sebagai bahan pertimbangan pula biaya uang kuliah tunggal (UKT) Sastra Jerman di UNESA rinciannya sebagai berikut:
| Kelompok | Biaya (Rp) |
| UKT Kelompok I | 500.000 |
| UKT Kelompok II | 1.000.000 |
| UKT Kelompok III | 2.400.000 |
| UKT Kelompok IV | 3.400.000 |
| UKT Kelompok V | 4.400.000 |
| UKT Kelompok VI | 5.400.000 |
| UKT Kelompok VII | 6.400.000 |
| UKT Kelompok VIII | 7.400.000 |
Sedangkan biaya UKT Sastra Jerman di UNSRAT rinciannya adalah:
| Kelompok | Biaya (Rp) |
| UKT Kelompok I | 500.000 |
| UKT Kelompok II | 1.000.000 |
| UKT Kelompok III | 3.000.000 |
| UKT Kelompok IV | 4.000.000 |
| UKT Kelompok V | 5.000.000 |
| UKT Kelompok VI | 6.000.000 |
| UKT Kelompok VII | 7.000.000 |
| UKT Kelompok VIII | 8.000.000 |
Untuk melihat perbandingan daya tampung dan tingkat kompetisi di prodi-prodi lain dan atau di salah satu universitas tertentu, Tirto menyediakan aplikasi yang dapat membantu calon peserta SBMPTN 2019. Cara menggunakan aplikasi pencarian ini cukup dengan memasukkan nama prodi dan dua kampus yang dituju, lalu klik “cari”.
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH
Masuk tirto.id




























