Menuju konten utama

Perang Iran-Amerika Terkini: Daftar Target Serangan AS dan Iran

Selama perang Iran vs Amerika Serikat berlangsung, banyak bangunan vital yang hancur karena mejadi target serangan negara yang berkonflik.

Perang Iran-Amerika Terkini: Daftar Target Serangan AS dan Iran
Seseorang berlindung saat sirene berbunyi di Yerusalem pada 28 Februari 2026, menyusul pengumuman bahwa Israel telah melancarkan "serangan pendahuluan" terhadap Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Iran tidak boleh dibiarkan memperoleh senjata nuklir dan mendesak warga Israel untuk "bersatu" setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap republik Islam tersebut pada 28 Februari. AFP/AHMAD GHARABLI
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebulan durasi perang Iran-Amerika Serikat (AS)/Israel berlangsung sejak 28 Februari lalu, banyak fasilitas dan objek sipil yang jadi target serangan. Banyak dari fasilitas ini mengalami kerusakan akibat serangan AS maupun Iran.

Ribuan orang telah mati terbunuh akibat serangan demi serangan dalam Perang Iran-AS. Ribuan nyawa manusia itu lenyap dalam kurun waktu sekitar satu bulan.

Selain ratusan ribu orang yang kehilangan keluarganya, banyak dari mereka juga terdampak karena tempat kerjanya rusak dihantam bom.

Pada pekan lalu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mempertingatkan bahwa negara Zionis itu berpotensi melakukan serangan terhadap "target dan area tambahan yang membantu rezim [Iran] dan area tambahan yang membantu rezim dalam membangun dan mengoperasikan senjata melawan warga sipil Israel". Tak lama setelahnya, Israel menyerang sejumlah pabrik baja di Iran.

AS, di sisi lain, juga terus menggempur Iran dengan serangan udara. Sejauh ini, serangan AS cenderung memiliki target yang lebih terfokus dan sempit, meskipun muncul dugaan bahwa rudal AS telah menghantam sebuah sekolah putri di Kota Minab dan menewaskan ratusan siswi usia sekolah dasar di sana.

Meski begitu, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan ancaman yang memicu kekhawatiran banyak pihak tentang eskalasi konflik. Pada Senin (30/3/2026), ia menyebut bahwa AS akan meningkatkan skala serangan di Iran.

Trump mengancam bahwa AS akan menghancurkan "semua pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg". Dalam pernyataannya di media sosial miliknya, ancaman ini juga meliputi serangan ke pabrik desalinasi air Iran.

Sementara itu, Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa jika infrastruktur ekonomi dan sosial mereka diserang, maka Teheran akan melakukan serangan ke fasilitas serupa di negara-negara sekutu AS-Israel di Teluk.

"Pembalasan atas serangan terhadap infrastruktur Iran dilakukan dengan menghancurkan industri strategis yang terkait dengan musuh Amerika-Zionis di kawasan," kata Brigjen Majid Mousavi, Komandan Penerbangan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Sejak pecah peperangan, Iran terus melakukan serangan rudal dan drone ke negara-negara sekutu AS di Teluk dan juga Israel. Serangan Iran menargetkan banyak fasilitas dan menyebabkan kerusakan, meskipun sebagian besar berhasil diintersep sistem pertahanan udara negara terdampak.

Jenis Objek Sipil yang Jadi Target Serangan Perang Iran

Sebulan jalannya peperangan di Iran telah berdampak pada sejumlah jenis objek sipil yang jadi target serangan. Tak semua di antaranya terikat langsung dengan militer, banyak darinya adalah fasilitas sipil.

Serangan-serangan ke fasilitas berikut ini dilakukan baik oleh Iran maupun oleh AS dan Israel. Seturut CNN, berikut daftarnya:

1. Industri Energi

Industri energi telah jadi objek target serangan dalam peperangan di Iran dan kawasan sekitarnya. Penargetan ini dilakukan baik oleh Iran maupun Israel, sementara AS sebelumnya menghindari penargetan serupa walau belakangan Trump menyatakan hal sebaliknya.

Israel menyerang industri energi Iran pada 7 Maret. Kala itu, kilang minyak besar di Teheran dibom oleh serangan udara Israel, menyebabkan polusi hebat di ibu kota Teheran.

Serangan ini sempat membuat aliansi AS-Israel dikabarkan goyah karena Trump lebih suka menyelamatkan minyak Iran ketimbang menghancurkannya.

Di sisi lain, Iran telah menargetkan fasilitas energi di kawasan Teluk. Rudal dan drone Iran secara terus menerus ditembakkan dengan target berupa fasilitas energi di Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab (UAE), dan Qatar.

2. Pelabuhan

Pelabuhan juga jadi fasilitas yang ditargetkan dalam Perang Iran dengan AS-Israel. Penargetan ini juga dilakukan baik oleh Iran maupun AS-Israel.

Sejauh ini, rudal dan drone Iran dilaporkan telah ditembakkan untuk menghantam pelabuhan di kawasan Teluk. Negara terdampak serangan Iran ke pelabuhan ini antara lain Dubai, Bahrain, Qatar, dan Oman.

Serangan Iran ke pelabuhan negara-negara Teluk dilakukan seiring fokus IRGC untuk menutup Selat Hormuz sebagai jalur distribusi seperlima pasokan minyak dunia.

Sementara itu, pelabuhan Bandar Abbas di Provinsi Hormozgan, Iran juga dibom dengan serangan udara. Menurut Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi, AS dan Israel bertanggung jawab atas serangan tersebut.

3. Pabrik

Fasilitas berupa pabrik juga turut dijadikan target dalam pertempuran yang berlangsung. Pabrik-pabrik yang diserang berasal dari perusahaan lintas industri.

Pada Sabtu (28/3), Iran menyerang Bahrain dan UEA dengan menargetkan pabrik milik Aluminium Bahrain (Alba) dan Emirates Global Aluminium. Hal ini sempat membuat harga aluminium global meningkat.

Pabrik farmasi di Iran juga jadi target serangan pada Rabu. Pabrik ini merupakan fasilitas produksi obat anestesi dan anti-kanker terbesar di Iran dan dimiliki oleh perusahan pelat merah bernama Tofigh Daru Research and Engineering Company.

4. Bandara

Bandara juga jadi target serangan. Drone Iran dilaporkan berulang kali menargetkan bandara di Doha. Serangan drone juga dilaporkan terjadi di bandara Kuwait.

Sementara itu, banda domestik utama di Teheran juga berulang kali dihantam bom Israel. Negara Zionis itu mengklaim target mereka adalah pesawat IRGC yang ada di sana.

5. Pabrik Desalinasi

Pabrik desalinasi air Iran di Pulau Weshm juga dilaporkan diserang, meski AS membantah keterlibatan mereka dalam serangan tersebut.

Pabrik desalinasi air di Kuwait juga dilaporkan diserang dan menyebabkan seorang pekerja terbunuh pada Senin. Kementerian Kelistrikan Kuwait menyebut serangan itu berasal dari Iran, meskipun media pemerintah Iran menuduh Israel yang telah melakukannya.

6. Universitas dan Pusat Penelitian

Israel menyerang universitas dan pusat penelitian di Iran. Mereka mengklaim bahwa lokasi tersebut digunakan untuk aktivitas militer.

Universitas Malek Ashtar dan Imam Hossein merupakan beberapa universitas yang telah dijadikan target serangan. Universitas Sains dan Teknologi Teheran juga telah jadi target serangan.

Iran baru-baru ini membuat ancaman untuk membalas serangan ke universitas tersebut dan akan menargetkan kampus-kampus dari "universitas-universitas Amerika" di kawasan sebagai sasaran. Teheran menyebut tak akan berhenti sampai ada dua kampus yang rusak.

Ancaman ini membuat kampus Universitas New York di Abu Dhabi mengirim surel ke mahasiswa berisi pengumuman penutupan akses ke fasilitas kampus "sebagai tindakan pencegahan".

7. Rumah Sakit dan Infrastruktur Lainnya

Pemerintah Iran menyebut bahwa puluhan rumah sakit dan fasilitas medis telah rusak selama pemboman AS dan Israel dalam kurun waktu sebulan terakhir. Terbaru, sebuah rumah sakit jiwa di Teheran dilaporkan rusak karena serangan.

Organisasi Kesehatan Dunia memverifikasi 12 serangan terhadap fasilitas perawatan kesehatan Iran.

Selain itu, sebuah sekolah dasar putri di Minab, Iran juga hancur karena serangan udara pada awal pecahnya peperangan. Serangan ini menewaskan ratusan siswi usia sekolah dasar.

Laporan investigasi media-media di dunia menampilkan sejumlah bukti bahwa serangan itu tampak berasal dari militer AS. Pemerintah AS membantah hal tersebut dan disebut tengah melakukan investigasi internal terkait pemboman itu.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar