Perahu Eretan Masih Bertahan di Jakarta

Sejumlah pengendara sepeda motor menggunakan perahu eretan untuk menyeberangi sungai Kali Cagak, Jakarta Utara, Kamis (7/2/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pengendara sepeda motor menggunakan perahu eretan untuk menyeberangi sungai Kali Cagak, Jakarta Utara, Kamis (7/2/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pengendara sepeda motor menggunakan perahu eretan untuk menyeberangi sungai Kali Cagak, Jakarta Utara, Kamis (7/2/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pengendara sepeda motor menggunakan perahu eretan untuk menyeberangi sungai Kali Cagak, Jakarta Utara, Kamis (7/2/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pengendara sepeda motor menggunakan perahu eretan untuk menyeberangi sungai Kali Cagak, Jakarta Utara, Kamis (7/2/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pengendara sepeda motor membayar jasa perahu eretan saat menyeberangi sungai Kali Cagak, Jakarta Utara, Kamis (7/2/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Perahu eretan menjadi pilhan utama bagi warga yang ingin menyebari Kali Cagak di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
7 Februari 2019
Meski ada banyak pilihan moda transportasi modern, keberadaan perahu kayu eretan ukuran 2x10 meter masih menjadi pilhan utama bagi warga yang ingin menyeberangi Kali Cagak di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Tak ada mesin, dayung, atau layar yang membantu untuk mengoperasikan perahu tersebut. Pengemudi hanya mengandalkan tambang sepanjang puluhan meter yang membentang di atas sungai. Perahu eretan ini dioperasikan secara bergantian oleh tujuh orang yang tinggal tak jauh dari lokasi.

Perahu eretan di kawasan ini sudah ada sejak 30 tahun untuk menyeberangkan warga dari Kelurahan Pejagalan menuju Kelurahan Kapuk Muara (Kecamatan Penjaringan) atau sebaliknya. Warga memilih menggunakan eretan karena bisa menghemat waktu tempuh 5 menit dari kapuk muara ke Pejagalan. Jika menyeberang lewat jembatan, warga harus memutar lebih kurang 4 km.

Perahu eretan yang beroperasi mulai pukul 04.00 dini hari hingga jam 10 malam, hanya mematok tarif Rp 2.000 dan Rp 3.000 bagi yang berboncengan. Sementara, pejalan kaki hanya perlu mengeluarkan Rp 1.000. Sekali mengangkut, perahu ini memuat 10 hingga 12 motor, campur dengan warga pejalan kaki dalam satu kali penyeberangan.

Foto dan Teks: tirto.id/Andrey Gromico