Menuju konten utama

Per Maret, Pemerintah Sudah Kucurkan Rp2,3 T untuk Program MBG

Hingga per Maret anggaran MBG sudah dinikmati 3,265 juta penerima manfaat.

Per Maret, Pemerintah Sudah Kucurkan Rp2,3 T untuk Program MBG
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan pidato di acara sosialisasi Undang Undang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) di Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/3/2022). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, melaporkan pemerintah sudah menggelontorkan anggaran senilai Rp2,3 triliu nuntuk program makan bergizi gratis (MBG). Anggaran tersebut sudah dinikmati 3,265 juta penerima manfaat dengan dilayani lebih dari 1100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Program MBG ini dijalankan oleh Badan Gizi Nasional, realisasi sampai 29 April adalah Rp2,3 triliun,” ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita, di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (30/4/2025).

Menurut Suahasil, realisasi ini terjadi percepatan apabila dibandingkan dengan akhir Februari 2025. Di mana realisasinya sebesar Rp300 miliar. Dengan demikian, artinya penyaluran belanja MBG pada Maret dan April 2025 mencapai Rp2,3 triliun atau masing-masing sebesar Rp1 triliun per bulannya.

“Kalau untuk pencapaian akhir Februari 2025 baru Rp0,3 triliun. Jadi selama bulan Maret dan April telah berbelanja Rp2 triliun tambahan, yang berarti ini Rp1 triliun per bulan,” jelasnya.

Suahasil mengatakan secara keseluruhan pemerintah akan mengucurkan dana MBG sebesar Rp171 triliun pada 2025. Pemerintah juga menargetkan program MBG dapat menjangkau 82,9 juta penerima hingga kuartal IV-2025, dengan dukungan dari 32 ribu SPPG.

Oleh karenanya, Kemenkeu memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mempercepat belanja program MBG yang baru terealisasi sebesar Rp2,3 triliun hingga per 29 April 2025.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra