tirto.id - Sebuah ledakan besar terjadi di pelabuhan Shahid Rajaee, Bandar Abbas, Iran pada Sabtu, 26 April 2025. Seperti dilaporkan Al Jazeera, jumlah korban jiwa mencapai 40 orang dan melukai setidaknya 1.000 orang.
Dalam video CCTV yang ada di pelabuhan, terlihat pusat ledakan ada di sebuah kontainer. Akibat ledakan tersebut, asap hitam menghiasi langit Iran hari itu membuat petugas berusaha keras untuk memadamkan api. Proses pemadaman api tidak hanya dilakukan di jalur darat, namun juga menggunakan pemadaman dari udara, mulai Sabtu malam hingga Minggu pagi.
Penyebab Ledakan di Pelabuhan Iran
Penyebab ledakan di pelabuhan Shahid Rajaee masih dalam penyelidikan. Namun dugaan kuat sementara ledakan tersebut berasal dari bahan kimia yang disimpan di dalam kontainer di pelabuhan.
"Penyebab ledakan adalah bahan kimia di dalam kontainer," beber Hossein Zafari, juru bicara organisasi manajemen krisis Iran, dikutip Reuters (27/4).
Hossein menyebut jika sebenarnya pihak Manajemen Krisis telah memberikan peringatan pada pengelola pelabuhan akan bahaya menyimpan bahan kimia dalam kontainer di pelabuhan. Namun sepertinya peringatan itu tidak diindahkan oleh pihak pengelola.
"Sebelumnya, Direktur Jenderal Manajemen Krisis telah memberikan peringatan kepada pelabuhan ini selama kunjungan mereka dan telah menunjukkan kemungkinan adanya bahaya," terang Hossein Zafari lagi.
Beredar dugaan jika bahan kimia yang menyebabkan ledakan di pelabuhan adalah bahan kimia untuk membuat propelan rudal. Untuk tudingan ini, Kementerian Pertahanan Iran dengan tegas membantahnya.
"Tidak ada kargo impor atau ekspor untuk bahan bakar militer atau keperluan militer di daerah itu," tandas juru bicara Kementerian Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik, dilansir Al Jazeera (27/4).
Meskipun sudah ada dugaan kuat penyebab ledakan besar yang memakan korban jiwa itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas peristiwa ini.
Update Jumlah Korban Jiwa Ledakan di Pelabuhan Iran
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengunjungi korban luka-luka akibat ledakan besar di Shahid Rajaee yang sedang mendapat perawatan di rumah sakit. Ia berjanji akan merawat para keluarga dari korban ledakan yang menewaskan 40 orang serta 1.000 orang yang terluka.
"Kami datang untuk melihat langsung apakah ada sesuatu atau masalah yang dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah." kata Masoud Pezeshkian.
"Kami akan berusaha untuk merawat keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai, dan kami pasti akan merawat orang-orang terkasih yang terluka," lanjutnya.
Masoud Pezeshkian juga tak lupa berterima kasih pada mereka yang dengan sigap memberikan bantuan pertama pada korban dan juga bagi para pemadam kebakaran yang tak lelah melakukan tugasnya.
Menurut Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, setelah api berhasil dipadamkan pada hari Minggu (27/4/2025), aktivitas di pelabuhan Shahid Rajaee sudah berjalan seperti biasanya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































