tirto.id - Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini, mengungkap alasan pemberian fasilitas hunian kepada guru SMA Unggulan Garuda yang dinilai mewah oleh publik.
Ardi menjelaskan fasilitas tersebut diberikan demi memudahkan para guru dalam melakukan praktik belajar mengajar di SMA Garuda yang bersistem asrama. Menurut dia, guru dan tenaga pendidik di sekolah garuda tak hanya mengajar pada jam pelajaran formal, tetapi mendampingi kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembinaan siswa di asrama.
"Jadi, seperti disampaikan oleh Pak Dirjen bukan untuk bermewah-mewah begitu Bapak Ibu, tetapi memang itu memenuhi kebutuhan dasar, tempat tinggal tentunya bagi guru dan tenaga kependidikan SMA Unggul Garuda Baru," kata Ardi dalam agenda Ngopi Bareng Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Diharapkan, dengan adanya hunian dan penunjang yang dinilai mewah tersebut dapat menarik perhatian talenta terbaik masyarakat Indonesia untuk bergabung menjadi pengajar di SMA Unggulan Garuda.
"Bisa dikatakan, bisa dianggap sebagai motivasi eksternal, tetapi sebenarnya memberikan motivasi eksternal sekaligus juga sebenarnya ini sesuatu yang wajar untuk dilengkapi," ucap Ardi.
Meski demikian, Ardi berharap tidak ada kecemburuan sosial antarguru yang berada di SMA Unggulan Garuda maupun instansi pendidikan lain hanya karena fasilitas tersebut.
Menurutnya, fasilitas tersebut sudah menyesuaikan dengan lokasi SMA Unggulan Garuda yang berada di Belitung Timur, Bangka Belitung; Konawe, Sulawesi Tenggara; Bulungan, Kalimantan Utara; dan Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Semoga tidak ada kecemburuan begitu ya Bapak Ibu sekalian, ini adalah memberikan fasilitas yang memadai, yang cukup untuk para guru dan tenaga kependidikan yang juga tuntutan pekerjaannya dan proses pembelajarannya diharapkan difasilitasi itu juga cukup besar," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, mengharapkan kehadiran SMA Unggulan Garuda dapat menjadi jendela pendidikan Indonesia bagi dunia. Di tengah kondisi lingkungan sekolah yang berada di daerah tertinggal dan masih minim terhadap fasilitas.
"Kami mencoba untuk membuat bangunan yang bagus, yang kuat, sehingga menarik tadi seperti yang saya sampaikan tadi gitu ya. Ini adalah sekolah di daerah-daerah yang minim eh apa namanya pendidikan berkualitas yang bagus kayak gitu. Eh ada di daerah yang menjadi jendela bagi Indonesia untuk negara yang lain," ungkapnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































