tirto.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyampaikan bahwa empat sekolah Unggulan Garuda Baru sudah mulai dibangun di sejumlah titik dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2026.
Keempat Sekolah Unggulan Garuda tersebut masing-masing berlokasi di Kabupaten Belitung Timur, Sulawesi Tenggara; Konawe, Sulawesi Tenggara; Bulungan, Kalimantan Utara; serta Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
"Saat ini perlu kami sampaikan telah mulai dibangun empat lokasi Sekolah Unggulan Garuda, yaitu di Belitung Timur, Konawe, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan," ujar Mendikti Brian Yuliarto dalam rapat bersama Komisi X, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pusa, Selasa (3/2/2026).
Brian menargetkan seluruh pembangunan sekolah tersebut selesai pada Mei hingga Juni 2026. Sehingga, proses pembelajaran di Sekolah Unggulan Garuda diharapkan sudah dapat dimulai pada Juli 2026 di tahun ajaran baru.
"Sehingga pada bulan Juli itu seluruhnya bisa dimulai pembelajaran untuk tahun ajaran baru," tutur Brian.
Selain pembangunan sekolah baru, Brian juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan 12 Sekolah Unggulan Transformasi Garuda. Sekolah-sekolah tersebut, kata Brian, merupakan satuan pendidikan unggulan yang telah berjalan sebelumnya dan akan dilibatkan.
"Kami akan melibatkan untuk pembinaan persiapan bagi siswa-siswa di sana untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah unggulan di luar negeri," tuturnya
Sebagai informasi, terdapat dua skema dalam program sekolah garuda, yakni sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru.
Sekolah Garuda Transformasi merupakan salah satu skema Sekolah Garuda Kemendiktisaintek yang melibatkan transformasi sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA), berdasarkan rekam jejak prestasi. Sementara itu, Sekolah Garuda Baru sengaja dibangun di wilayah yang belum terjangkau akses pendidikan berkualitas, dengan konsep sekolah berasrama.
Secara umum, manajemen Sekolah Garuda Baru dikelola oleh Kemdiktisaintek, mulai dari pembangunan gedung, rekrutmen guru, penyusunan kurikulum hingga penerimaan siswa.
Kebijakan penerimaan siswa Sekolah Garuda Baru, dialokasikan untuk siswa dari keluarga menengah ke bawah secara gratis, dengan kuota 80 persen. Sementara itu, 20 persen kuota untuk siswa dengan latar belakang ekonomi menengah ke atas, melalui beasiswa berbayar.
Berikut ulasan singkat Sekolah Garuda Baru:
- Nama program: Sekolah Garuda Baru.
- Pengelola: Kemdikti-Saintek.
- Skema: Membangun sekolah baru di pelosok negeri dengan standar yang berkualitas.
- Sasaran: Peserta didik dari keluarga kurang mampu.
- Kuota sekolah: 80% peserta didik dari keluarga kurang mampu dengan gratis, 20% untuk siswa dari kelurga ekonomi atas, dengan beasiswa berbayar.
- Kurikulum: Sekolah berasrama dengan fasilitas berstandar internasional.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































