Menuju konten utama

Penjelasan Ending Drakor Boyfriend on Demand

Ending Boyfriend on Demand menutup kisah Seo Mi-rae yang akhirnya memilih membuka hati pada pria nyata, meninggalkan hubungan virtual berbasis AI.

Penjelasan Ending Drakor Boyfriend on Demand
Drama Korea Boyfriend on Demand. (FOTO/Netflix)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ending Boyfriend on Demand menutup cerita dengan Seo Mi-rae yang akhirnya mencoba membuka hati untuk lelaki di dunia nyata. Tidak ada metaverse atau OA-AI lagi.

Serial drama KoreaBoyfriend on Demand tayang borongan 10 episode di Netflix mulai hari ini, Jumat, 6 Maret 2026.

Drama yang dibintangi Jisoo Blackpink ini mengangkat gagasan tentang hubungan romantis yang dibangun melalui kecerdasan buatan dan virtual reality (VR).

Premis tersebut terdengar menjanjikan, apalagi ketika serial ini juga menampilkan sejumlah aktor populer.

Ketika Dunia Virtual Menjadi Pelarian

Cerita berpusat pada Seo Mi-rae (Jisoo Blackpink), seorang produser webtoon di perusahaan penerbitan digital Naemo.

Rutinitas kerjanya padat, seperti mengelola proyek komik digital, mengawasi proses produksi, serta memastikan para penulis patuh pada tenggat.

Di sela jadwal padat itu, kehidupan pribadi Mi-rae hampir tidak terurus. Ia sudah lama menjauh dari dunia percintaan setelah mengalami putus cinta menyakitkan beberapa tahun lalu.

Adapun saat punya waktu luang, Mi-rae lebih memilih nonton film horor sebagai cara melepas stres.

Di kantor, Mi-rae harus berhadapan dengan Park Kyeong-nam (Seo In-guk), produser lain yang dikenal kompeten tetapi dingin. Kyeong-nam punya reputasi, tetapi dia miskin skill bersosialisasi.

Hubungan keduanya tidak pernah benar-benar akrab, terlebih karena atasan mereka, Hwang Byeong-hak, sering bersikap pilih kasih dengan memihak Kyeong-nam.

Situasi kian rumit ketika Mi-rae ditugaskan menangani Yun Sung, penulis webtoon populer yang sulit diatur. Tugas itu juga mempertemukannya dengan sebuah perusahaan teknologi yang sedang mengembangkan layanan baru bernama Boyfriend on Demand.

Layanan tersebut menawarkan pengalaman kencan melalui dunia VR, di mana pengguna bisa berinteraksi dengan pasangan ideal ciptaan AI dalam berbagai skenario romantis. Mi-rae lantas diminta jadi penguji beta program tersebut selama satu bulan.

Awalnya Mi-rae menganggap semuanya omong kosong. Namun, setelah mencoba headset VR dan masuk ke dunia simulasi, Mi-rae justru tenggelam dalam berbagai pengalaman kencan virtual di platform itu.

Boyfriend on Demand menawarkan ratusan karakter pria, ragam latar cerita, lengkap dengan berbagai skenario romantis ala drama Korea. Beberapa di antaranya diperankan oleh aktor kondang, seperti Seo Kang-joon yang muncul sebagai mahasiswa tampan, dan Lee Jae-wook sebagai dokter jenius.

Malam-malam Mi-rae penuh petualangan romantis di dunia virtual, sementara di siang hari, ia tetap menghadapi tekanan pekerjaan, konflik dengan Yun Sung, dan persaingan profesional dengan Kyeong-nam.

Ending Boyfriend on Demand: Premis Futuristik tapi Klise

Secara konsep, Boyfriend on Demand sebenarnya membawa ide menarik.

Dunia virtual sebagai pelarian dari kesepian adalah tema yang relevan, terutama ketika garis batas antara yang nyata dan yang simulasi kian kabur.

Konsep ini rasanya seperti lahir dari periode ketika istilah metaverse sedang hits, sekitar masa pandemi, saat berbagai perusahaan teknologi berlomba-lomba menghadirkan pengalaman interaksi imersif, termasuk simulasi hubungan sosial di ruang virtual.

Sayang ketika serial ini akhirnya dirilis, omongan soal metaverse terasa sudah usang, tidak sekuat beberapa tahun silam. Akibatnya, premis yang dulu terasa futuristik, sekarang justru terlihat sedikit ketinggalan.

Apalagi baru dua minggu lalu kita disuguhi Love Phobia, drakor yang sama-sama mengangkat tema kencan berlatar teknologi AI.

Adapun masalah terbesar serial ini terletak pada cara ia memanfaatkan konsep.

Di awal, kencan simulasi Mi-rae memang memberi daya pikat visual. Namun, seiring jalannya durasi, dunia metaverse di drama ini makin jarang menyapa layar, seolah platform Boyfriend on Demand cuma jadi semacam ruang konseling bagi Mi-rae untuk membedah perasaannya sendiri.

Fokus cerita dengan patuh kembali ke jalur lama: dinamika benci-tapi-rindu dengan rekan kerja di dunia nyata. Walhasil, serial ini berakhir sebagai romcom konvensional yang secara kebetulan memiliki elemen sci-fi sebagai latar belakang.

Dilema etika tentang apakah mencintai pasangan bikinan AI itu sah, atau bagaimana kecerdasan buatan bisa memanipulasi emosi terdalam manusia, sama sekali tidak disentuh.

Tanpa gimik dunia virtual dan rentetan kameo bintang besar, Boyfriend on Demand hanya redundan dari narasi-narasi romansa yang mungkin sudah pernah kita tonton ribuan kali.

Bagi Anda yang ingin melihat penampilan Jiso Blackpink dkk, serial Boyfriend on Demand bisa ditonton via Netflix melalui tautan berikut:Link Nonton Boyfriend on Demand Netflix

Baca juga artikel terkait DRAKOR atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora