Menuju konten utama

Pengacara Jelaskan Pembentukan Grup WA Mas Menteri Core Team

Abby menerangkan, kliennya membentuk grup Whatsapp bernama Edu Org dan Education Council pada Agustus 2019 kemudian berubah setelah dilantik jadi menteri.

Pengacara Jelaskan Pembentukan Grup WA Mas Menteri Core Team
Konferensi pers pengacara Nadiem Makarim, Tabrani Abby, mengenai grup Whatsapp yang dibentuk untuk membahas pengadaan TIK di Kemendikbudristek, Senin (27/10/2025). tirto.id/Ayu

tirto.id - Pengacara Nadiem Makarim, Tabrani Abby, menjelaskan mengenai pembentukan grup sebelum kliennya menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Grup itu, kata penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), dibentuk untuk membahas perencanaan pengadaan TIK di kementerian.

Abby menerangkan, memang kliennya pertama kali membentuk grup Whatsapp (WA) bernama Edu Org dan Education Council pada Agustus 2019. Kemudian, nama grup diubah setelah Presiden Jokowi saat itu telah memberitahukan keapda Nadiem Makarim untuk menempati posisi Mendikbudristek.

Abby mengakui, pemberitahuan dari Jokowi mengenai rencana penunjukan Nadiem Makarim menjadi Mendikbudristek sendiri sudah beberapa kali dilakukan. Oleh karena itu, dia memandang tidak ada yang salah dari pembentukan grup yang bertujuan menyiapkan program kerja saat nantinya menjabat sebagai menteri.

"Tidak lama kemudian, dia ubah menjadi Menteri Core. Grup itu dibuat ya untuk mendiskusikan real gagasan tentang penggunaan teknologi di bidang pendidikan ya. Adapun anggota WA itu sendiri adalah orang-orang yang ekspert di bidang pendidikan, IT, termasuk Stafsus Pak Nadiem," ungkap Abby di kantor MRP, Jakarta, Senin (27/10/2025).

Dia menyebutkan, grup ini terdiri atas Nadiem Makarim, Najeela Shihab, Viona, Ibrahim Arief, dan Jurist Tan. Mereka, disebut Abby, tidak membahas secara spesifik mengenai perencanaan pengadaan Chromebook dalam grup tersebut.

Menurut Abby, grup ini memang hanya diperuntukan berdiskusi untuk menyiapkan strategi kebijakan pendidikan, meninjau ulang kebijakan zonasi, menilai paradigma penerapan ujian nasional, penyelenggaraan administrasi guru, pemetaan teknologi digital, dan dana BOS. Pembahasan dalam grup ini pun berjalan hingga Nadiem menjadi Mendikbudristek kala itu.

"Pembicaraan tentang Chrome maupun Chromebook itu sendiri itu baru ada di tanggal 6 Mei sebenarnya. 6 Mei itu adalah rapat dilakukan oleh tim yang paginya itu dipimpin. Itu rapatnya ini ya Daring ya," tutur Abby.

Lebih lanjut, Abby mengemukakan, dalam Whatsapp grup itu juga tidak ada pihak Google Indonesia yang dalam kasus ini memenangkan tender. Dia mengklaim, pertemuan dengan Google Indonesia pun baru setelah Nadiem Makarim menjadi menteri.

"Nah, sebenarnya itu sama isinya ya. Di situ ada Jurist Tan, ada Fiona, ada Najla, dan lain-lain ya yang sebenarnya membahas hal yang sama. Yang terakhir grup itu kan hanya berupa yang Mas Menteri Core Team kan yang terus berlanjut sampai beliau diangkat jadi menteri," ucap Abby.

Abby menuturkan, dalam program yang dirancang Nadiem Makarim pun tidak ada istilah digitalisasi pendidikan. Dalam Rencana Program Jangka Menengah (RPJM), kata Abby, hanya ada pengadaan TIK.

Baca juga artikel terkait KASUS KORUPSI atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher