Menuju konten utama

Penataan Kabel Semrawut di Tangerang Terkendala Harga Bahan Baku

Diskominfo Kabupaten Tangerang mengaku sedang mencari solusi terkait kabel fiber optik yang semrawut di daerah mereka.

Penataan Kabel Semrawut di Tangerang Terkendala Harga Bahan Baku
Koordinator Wilayah APJATEL Provinsi Banten, Noviana. Foto: Rhomi Ramdani.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Upaya penataan kabel semrawut di wilayah Kabupaten Tangerang, yang tengah menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, menghadapi sejumlah kendala.

Koordinator Wilayah Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Provinsi Banten, Noviana, mengatakan, salah satu hambatan dalam pengaturan kabel tersebut akibat kenaikan harga bahan baku, khususnya pipa High Density Polyethylene (HDPE).

HDPE, kata Noviana, merupakan komponen penting untuk penataan kabel, terutama untuk sistem infrastruktur bawah tanah agar lebih rapi dan aman. Hal ini lebih baik dibandingkan pemasangan kabel udara.

"Saat ini kan memang ada beberapa kendala terkait dengan harga bahan bakar plastik sendiri yang naik, sementara untuk relokasi itu kan membutuhkan pipa HDPE, itu kan dari plastik. Memang saat ini harganya saya boleh bilang bukan naik, tapi ganti harga," kata Noviana kepada Tirto di Cikupa, Banten, Rabu (29/4/2026).

Pernyataan Noviana menanggapi desakan anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Hidayatullah, agar provider melakukan penataan kabel jaringan internet semrawut di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Menurutnya, penataan infrastruktur dinilai mendesak dilakukan karena membahayakan masyarakat serta mengganggu estetika.

Berdasarkan pengamatan Hidayatullah di lapangan, kabel-kabel jaringan terlihat menggantung tidak beraturan di tiang listrik maupun tiang utilitas lainnya. Sebagian kabel tampak menjuntai rendah hingga mendekati badan jalan, bahkan ada yang terlepas dan menyentuh tanah.

Selain itu, tumpukan kabel dari berbagai provider yang tidak tertata juga kerap menimbulkan kesan kumuh. Hidayatullah pun meminta seluruh provider segera melakukan pemetaan wilayah yang memiliki permasalahan kabel.

"Kita beri waktu satu bulan untuk mapping dari 29 kecamatan yang ada. Setelah itu kita beri waktu satu sampai dua bulan untuk mereka berbenah. Kita tidak mencari kambing hitam, tapi ingin menata Kabupaten Tangerang menjadi lebih rapi dan menuju Smart City," katanya saat rapat dengar pendapat di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu.

Pernyataan Diskominfo Kabupaten Tangerang

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, tidak memungkiri permasalahan kabel optik semrawut menjadi masalah di Kabupaten Tangerang.

Diyan menjelaskan, Diskominfo sedang melakukan pendataan terkait berbagai permasalahan kabel yang menjuntai di sejumlah titik di Kabupaten Tangerang. Saat ini, sebagai catatan, sebanyak 33 provider beroperasi di Kabupaten Tangerang.

"Terkait fiber optik, kami sedang mencari solusi. Saat ini kami dari Kominfo sedang mendata permasalahan-permasalahan kabel yang menjuntai di Kabupaten Tangerang," ujarnya setelah mengikuti rapat dengar pendapat tersebut.

Di sisi lain, Diyan juga menyatakan hingga saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur penataan jaringan tersebut, termasuk dari sisi perizinan.

"Regulasi memang belum ada. Tapi ke depan akan kami bahas bersama DPRD terkait penataan jaringan utilitas," katanya.

APJATEL Janji Segera Benahi Kabel Semrawut

Noviana menyatakan bahwa pihaknya bakal berupaya membenahi kabel semrawut di 15 ruas jalan, di antaranya Jalan Raya Syekh Nawawi, Legok–Karawaci, Keranggan–Suradita, Jalan Otonom–Pasar Kemis, Jalan Pasar Kemis–Jatiuwung, Jalan Rajeg–Pasar Kemis, hingga Cadas–Kukun.

"Insyaallah pelaksanaannya dilakukan paralel, ada di 15 ruas jalan Kabupaten Tangerang. Insyaallah rekan-rekan telekomunikasi yang tergabung dalam APJATEL mempunyai itikad baik untuk membuat Kabupaten Tangerang bebas dari kabel udara," katanya.

"Jadi rekan-rekan (telekomunikasi) juga berupaya untuk maksimal, tapi kita pengennya berkomitmen tidak lebih dari satu tahun. Supaya tahun mendatang berlanjut ke segmen-segmen lain," terangnya.

Noviana menargetkan penataan kabel di 15 ruas jalan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu maksimal satu tahun. "Jadi rekan-rekan (provider) juga berupaya untuk maksimal, tapi kita pengennya berkomitmen tidak lebih dari satu tahun. Supaya tahun mendatang bisa berlanjut ke segmen-segmen lain," terangnya.

Pihaknya juga berharap dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat, mengingat proses pembangunan berpotensi menimbulkan dampak sementara seperti kemacetan.

"Karena yang namanya pembangunan pasti akan ada efeknya ya, entah itu kemacetan. Tapi saya harap kalau masyarakat bisa bersabar dan ikut mendukung, nanti selanjutnya setelah ada relokasi ini kan ke depannya tidak akan ada lagi penggalian untuk kabel telekomunikasi," pungkasnya.

==========

Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait KABEL OPTIK SEMRAWUT atau tulisan lainnya dari Tangsel_Update

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tangsel_Update
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Andrian Pratama Taher