tirto.id - Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, menyebut Pemprov Jakarta telah melakukan pemutihan terhadap 371 ijazah milik siswa sekolah yang sempat tertahan pada momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5/2025) ini.
Pemutihan 371 ijazah ini merupakan pemutihan tahap kedua. Pada tahap pertama, Jumat (25/4/2025), Pemprov Jakarta telah memutihkan 117 ijazah.
“Dalam kesempatan ini tadi, kami juga menyerahkan pemutihan tahap kedua. Tahap pertama berjumlah 117 siswa, tadi tahap kedua telah disampaikan 371 siswa,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat.
Pramono menyebut bahwa dua tahap pemutihan ijazah di Jakarta itu menelan biaya mencapai Rp1,69 miliar.
"Uangnya itu kalau diuangkan Rp1,69 miliar,” ungkapnya.
Pramono berharap manfaat program pemutihan ijazah ini dapat dirasakan secara langsung oleh para siswa. Dia menyebut bahwa ada siswa yang ijazahnya tertahan selama tiga hingga lima tahun.
“Tadi, saya secara langsung menanyakan kepada mereka, ada yang tiga tahun, ada yang lima tahun,” ucapnya.
Pramono menjelaskan bahwa ijazah para siswa itu tertahan karena tidak mampu menyelesaikan pembayaran yang dibebankan oleh sekolah.
“Yang tertahan itu bukan membayar untuk ijazahnya, tetapi hal-hal yang berkaitan dengan sekolah. Sekolahnya, dia tidak mampu, dari keluarga yang memang tidak bisa menyelesaikan [pembayaran],” jelasnya.
Untuk itu, Pramono menyebut pemerintah harus hadir dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Dia turut mengapresiasi Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) dan Bazis Jakarta yang telah bersinergi dengan Pemprov Jakarta dalam menyediakan pembiayaan program ini.
“Kami bersyukur Baznas membantu ini bersama dengan Dinas Pendidikan dan juga Pemerintah DKI Jakarta,” katanya.
Pramono juga menyebut bahwa Pemprov Jakarta pada 2025 telah menyiapkan anggaran untuk melakukan pemutihan ijazah milik 6.652 siswa yang sudah mendaftarkan diri dalam program tersebut
“Dan sekarang ini sudah terdaftar yang akan diputihkan di tahun ini pembiayaannya juga sudah disiapkan sejumlah 6.652 siswa,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































