tirto.id - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo bakal terus ditutup apabila situasi belum juga kondusif. Menurutnya, saat ini masih ada konflik di dalam manajemen Yayasan Margasatwa Tamansari.
"Jadi waktu ditanya kemarin oleh Kapolres dan kemudian BKAD, ini yang konflik mau damai gak? Enggak, pakekeuh-kekeuh (keras kepala), ya tutup aja. Bagaimana kami bisa mempercayakan pengelolaan kepada yayasan yang sedang berkonflik?" ungkap Farhan kepada wartawan di DPRD Kota Bandung, Kamis (25/09/2025).
Menurut Farhan, kejaksaan sudah menyerahkan kepada Pemkot Bandung atas kepemilikan aset Bandung Zoo. Lalu pemkot diminta sesuai dengan aturan hukum yang ada untuk memastikan pihak pengelola di dalam kebun binatang adalah yang memiliki dasar hukum yang jelas.
"Siapa yang memiliki legal standing? Yakni Yayasan Margasatwa Tamansari. Kemudian ada pertanyaan lagi, siapa itu? Nah, ini yang sedang berkonflik," katanya.
Lantas ia memastikan, Bandung Zoo bakal dibuka kembali apabila situasi sudah kondusif.
"Ada (kemungkinan dibuka), asal kedua belah pihak berhenti berkonflik," sambung Farhan.
Saat disinggung mengenai surat audiensi dari pihak Bandung Zoo, ia mengklaim pemkot tak butuh audiensi.
"Kami mah enggak usah audiensi, karena tiap hari ada di sana. Tinggal ketemu. Sudah itu mah, BKAD ketemu, polisi ketemu, para pihak yang berkonflik dengan yayasan ketemu, yang penting yang berkonfliknya selesai. Selama yayasannya berkonflik, enggak akan dibuka," tandasnya.
Berdasarkan pemberitaan Tirto sebelumnya, dualisme manajemen berakar dari pengurusan YMT sejak 2017, saat Tony Sumampau dari Taman Safari Indonesia diminta mengelola kebun binatang oleh Dewan Pembina saat itu, Romly Bratakusuma.
Setelah Romly Bratakusuma wafat, kelompok Tony Sumampau disingkirkan sepihak oleh Sri Devi yang merupakan istri Romly.
Perselisihan berlanjut hingga penetapan Sri Devi dan Raden Bisma sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) atas dugaan korupsi penguasaan lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Keduanya, terseret kasus tidak membayar dana sewa lahan sejak 2022-2023 pada Pemkot Bandung yang mengakibatkan kerugian negara Rp25 miliar.
Bisma dan Sri Devi merupakan kakak dari Gantira yang saat ini memimpin YMT. Konflik kembali memanas hingga penutupan satu hari kebun binatang.
Gantira Bratakusuma diduga merusak fasilitas Kebun Binatang Bandung pada Rabu (2/7/2025) sore. Objek perusakan adalah pintu depan dan belakang kantor operasional Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bogor, serta kamera CCTV. Penutupan pun sempat dilakukan, tapi hanya selama satu hari.
Namun sebulan kemudian, bentrok antar dua manajemen tersebut kembali terjadi. Konflik internal pengelolaan terjadi pada awal Agustus 2025 lalu. Bentrok antara dua pengelola itu memaksa Pemkot Bandung dan kepolisian untuk lakukan penutupan sementara hingga saat ini.
Penulis: Amad NZ
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































