Pemerintah Siapkan Hunian Sementara untuk Korban Abrasi di Amurang

Reporter: Farid Nurhakim - 24 Jun 2022 09:37 WIB
Dibaca Normal 1 menit
BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait pembangunan hunian sementara bagi korban abrasi di Amurang, Minahasa Selatan.
tirto.id - Pemerintah menyiapkan hunian sementara untuk warga terdampak abrasi di pesisir Pantai Boulevard, Kelurahan Bitung dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Kepulauan Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto saat mengunjungi lokasi pengungsian korban abrasi pekan lalu.

“Pemerintah setempat juga diharapkan segera mengambil kebijakan untuk penyediaan lahan hunian baru [tetap] bagi masyarakat yang saat ini sudah terdampak maupun yang terancam abrasi pantai,” kata Suharyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6/2022).

Suharyanto mengatakan BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pembangunan hunian tersebut.

“Saya akan minta bantuan ke Kementerian PUPR saja biar cepat. Mereka sudah punya prototipe seperti yang sudah ada bagi warga lereng [Gunung] Semeru,” kata dia.

Hunian sementara bagi korban abrasi rencananya dibangun di wilayah perkebunan Kelurahan Bitung. Hunian sementara ini akan dihuni para warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Selain itu, pemerintah setempat juga menyiapkan relokasi pasar tradisional yang berada di titik rawan abrasi.

Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Jumat pukul 01.20 WIB, jumlah pengungsi korban abrasi sebanyak 127 kepala keluarga (KK) atau 387 jiwa. Sebanyak 53 KK atau 134 jiwa mengungsi di BPBU Kelurahan Lewet, 46 KK atau 158 jiwa mengungsi di Aula Sentrum PGA Uwuran Dua, dan 28 KK atau 95 jiwa mengungsi di rumah keluarga ataupun kerabat.


Baca juga artikel terkait ABRASI AMURANG MINAHASA atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight