tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan Pemerintah Pusat siap mengirim pasokan 10 ribu ton beras ke Palestina. Pengiriman yang dilakukan melalui Perum Bulog dilakukan setelah memastikan kondisi pasokan beras nasional terbilang aman.
"[Melalui] Bulog, akan kita ekspor beras kita, termasuk Palestina, kita kirim 10 ribu ton. Ini juga salah satu kebanggaan kita, dan itu [eskpor beras] perintah Bapak Presiden [Prabowo Subianto]," ucapnya saat konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).
Amran menyebutkan, standing crop Indonesia saat ini mencapai 3,8 juta ton, dengan produksi mencapai sekitar 10 juta ton. Selain itu, stok beras dari industri hotel, restoran, dan kafe (goreka) disebut mencapai lebih dari 10 juta ton.
Kemudian, stok beras di Perum Bulog mencapai sekitar 5 juta ton. Dengan demikian, pasokan beras nasional disebut cukup hingga 10 bulan ke depan atau hingga sekitar pertengahan 2027.
"Totalnya [stok beras] 25-26 juta ton. Kebutuhan [beras nasional] per bulan itu 2,5-2,6 juta ton per bulan. Artinya apa? Cukup beras kita untuk 10 bulan ke depan," tutur Amran.
Amran menyampaikan, selain ke Palestina, Pemerintah Pusat juga mengekspor beras ke Malaysia. Ekspor beras ke Malaysia itu disebut sebagai capaian baru untuk Tanah Air.
Ia menambahkan, terdapat beberapa negara lain yang akan menjadi tujuan ekspor beras Indonesia melalui Perum Bulog. Akan tetapi, dalam kesempatan itu, Amran belum merinci negara yang menjadi tujuan ekspor.
"Bukan saja stok [beras] kita aman, tapi kita sudah ekspor ke Malaysia, dan ini sejarah baru untuk Republik Indonesia dan [ekspor beras ke] beberapa negara lagi melalui Bulog," ujar Amran.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































