Menuju konten utama

Pemerintah Berikan Trauma Healing ke Anak-Anak di Desa Adat Sade

Kementerian Pariwisata juga menyalurkan logistik serta menggelar Bimtek SOP tanggap darurat bagi Pokdarwis Desa Adat Sade.

Pemerintah Berikan Trauma Healing ke Anak-Anak di Desa Adat Sade
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (tengah) didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri (ketiga kiri), Wakil Bupati Lombok Tengah M. Nursiah (kedua kiri) dan Asisten II Setda NTB Lalu Moh. Faozal (kedua kanan) meninjau lokasi kebakaran di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (27/8/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau kondisi terkini serta memastikan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dibangun kembali setelah dilanda kebakaran pada Sabtu (22/8) lalu. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) kepada anak-anak serta menggencarkan penanganan darurat pascakebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Langkah penanganan dan pemulihan ini ditinjau langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, di lokasi terdampak, Rabu (2/9/2026).

Menpar menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masa tanggap darurat bertujuan untuk mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memulihkan sendi kehidupan dan pariwisata masyarakat adat Sasak.

"Hari ini saya datang ke Sade untuk hadir bersama masyarakat dan bertemu langsung dengan mereka, mulai dari ibu-ibu penenun hingga kepala desa. Saya ingin mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok," ujar Widiyanti dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Selain memberikan pendampingan trauma healing bagi anak-anak, pemerintah juga menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) SOP tanggap darurat bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Upaya ini dibarengi dengan penyaluran logistik harian serta pembukaan dapur umum hasil kolaborasi Kementerian Pariwisata bersama Pemda, Poltekpar Lombok, BNPB, TNI/Polri, dan PMI.

Berdasarkan data sementara per 27 Agustus 2026, musibah kebakaran tersebut berdampak pada 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata.

Kerusakan fisik meliputi 75 unit rumah adat, 69 unit artshop, 8 unit lumbung alang, 1 unit menara pantau, 4 berugak sekenam, 6 berugak sakepat, 1 unit bale beleq (museum), serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi warga, pemerintah menyerahkan bantuan alat tenun bagi para ibu penenun dan menyiapkan relokasi tempat usaha sementara.

Rencana pembangunan museum sementara serta masjid juga disiapkan guna menyambut musim puncak (peak season) ajang MotoGP di Mandalika.

Usai peninjauan lapangan, Widiyanti menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, dan jajaran Forkopimda guna menyelaraskan langkah pemulihan Desa Adat Sade, baik jangka menengah maupun jangka panjang.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Bayu Septianto

tirto.id - Flash News
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Bayu Septianto