Menuju konten utama

Pasokan Air Berkurang, Ratusan Hektare Sawah Subang Gagal Panen

Kondisi lahan sawah milik para petani tersebut saat ini sudah kekeringan, bahkan tanah sawah kondisinya sudah retak-retak akibat tidak terairi air.

Pasokan Air Berkurang, Ratusan Hektare Sawah Subang Gagal Panen
Ratusan hektar lahan tanaman padi di Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, dipastikan mengalami gagal panen. (Sumber: Subang Info_)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ratusan hektare lahan padi di Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, terancam gagal panen akibat kekurangan pasokan air.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi lahan sawah milik para petani tersebut saat ini sudah kekeringan, bahkan tanah sawah kondisinya sudah retak-retak akibat tidak terairi air.

Selama ini, para petani pemilik sawah yang berada di wilayah Rancadaka hanya mengandalkan saluran irigasi dari Tarum Timur dan air hujan untuk mengairi tanaman padinya.

Petani asal Desa Rancadaka, Doglong, menuturkan kurangnya pasokan air ini bisa mengancam ke pertumbuhan padi karena sebagian tanaman padi ini rata-rata berusia muda.

"Saat ini kondisi tanaman padi sudah layu dan menguning akibat cuaca panas dan tanah sawah sudah kering bahkan kondisinya retak-retak tak teairi air," kata Doglong, Rabu (8/7/2026).

Hingga saat ini, pasokan air terus berkurang. Dia menilai, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan padi karena tanaman padi pun akan tumbuh kerdil bila air berkurang. Pada akhirnya, kata Doglong, petani terancam gagal panen.

"Kalau melihat kondisi seperti sekarang ini kemungkinan besar petani tidak akan bisa panen, terutama di Blok Kopak Kidul, Kopak Kaler dan Blok Kepuh," ucapnya.

"Sekalipun bisa panen, paling bisa hanya 40 persen saja. Itu juga harus mengeluarkan uang lebih besar karena untuk bisa mengairi sawah, petani harus nyedot air dari sumur pantek, itupun kalau ada sumber airnya, sedangkan di wilayah Rancadaka sendiri sumber air sangat sulit,” imbuhnya.

Kurangnya pasokan air ke wilayah Pusakanagara, khususnya wilayah Rancadaka, mendapat perhatian serius dari Kepala Desa Rancadaka, Muhamad Sueb.

"Saya sangat prihatin sekali terhadap nasib petani Desa Rancadaka, ketika musim hujan terjadi banjir dan ketika musim kemarau kekurangan air, dan ini perlu penanganan serius dari berbagai pihak, baik itu Dinas Pertanian maupun pihak PJT Jatiluhur," tegasnya.

Ia mengajak kepada semua rekan Kepala Desa se Kecamatan Pusakanagara untuk merapatkan barisan membantu memperjuangkan nasib para petani yang berada di wilayah Pusakanagara.

"Bila perlu kita datang ke Bupati Subang meminta solusi terbaik dan agar ada perhatian dari para pihak pemangku kebijakan agar tanaman padi para petani bisa terselamatkan," katanya.

=======================

Subang Info adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait KEKERINGAN atau tulisan lainnya dari Subang Info

tirto.id - Flash News
Reporter: Subang Info
Penulis: Subang Info
Editor: Andrian Pratama Taher