Pasca Banjir Rob Pantura, BPBD Jateng: Situasi Hari Ini Terkendali

Reporter: Farid Nurhakim - 25 Mei 2022 19:10 WIB
Dibaca Normal 1 menit
BPBD Jateng menyebut tidak ada korban jiwa dan luka-luka akibat peristiwa banjir rob yang terjadi di sejumlah kawasan Pantura Jawa pada Senin (23/5).
tirto.id - Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Dikki Rully Perkasa mengklaim bahwa secara keseluruhan situasi di sebagian Pantai Utara (Pantura) Jawa sampai hari ini, 25 Mei 2022, terkendali.

Sebelumnya dilaporkan, peristiwa banjir rob besar terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jateng, seusai penahan air laut atau tanggul jebol pada Senin (23/5/2022).

“Jadi kalau bahasa kita sih sampai dengan hari ini semua terkendali. Ya kalau memang ada kebutuhan, segera sampaikan ke kita, akan kita dukung ke yang membutuhkan,” ucap dia kepada Tirto ketika dihubungi, Rabu (25/5/2022).

Dikki juga menyebut tidak ada korban jiwa dan luka-luka akibat peristiwa banjir rob tersebut. Meski demikian, dia mengatakan ada sekitar 4 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Semarang yang terdampak. Mulai dari Kelurahan Mangkang, Kelurahan Bandarharjo, Kelurahan Tanjung Emas, dan Kelurahan Kemijen.

“Sebenarnya kalau untuk korban jiwa, alhamdulillah enggak ada. Enggak ada [korban luka-luka]. Iya aman,” kata dia.

Dikki juga mengklaim banjir rob yang menggenangi Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang sudah terselesaikan. Sebelumnya kelurahan itu juga terdampak akibat jebolnya tanggul. Untuk di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas, hari ini sudah dipasang sandbag atau tanggul sementara.

“Harapannya, 2 hari ini sudah clear di dua titik yang di dalam pelabuhan itu,” kata dia.

Untuk masyarakat yang terdampak, Dikki menyebut BPBD telah mengevakuasi mereka. Contohnya di Kecamatan Sayung di Perumahan Raden Patah, Kabupaten Demak, Jateng.

Sementara itu dia menuturkan saat terjadi banjir rob, di Kelurahan Mangkang ketinggian airnya hanya mencapai 10-20 sentimeter (cm), dekat Pelabuhan Tanjung Emas 80 cm, dan di dalam pelabuhan tersebut mencapai 150 cm atau 1,5 meter (m).

“Hanya saja karena masyarakat menganggapnya biasa, kadang itu ya enggak apa-apa,” ujar Dikki.

Adapun di wilayah lain, lanjut dia, juga terdampak seperti di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Pekalongan. Di Kota Pekalongan ada sekitar 9 kelurahan yang terdampak, tetapi jumlah pengungsinya hanya ada 227 orang.

Dikki menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng telah memberikan bantuan. BPDB Jateng menyebut mereka sudah mempusatkan bantuan di Kecamatan Utara untuk Kota Semarang dan di Puskesmas Sayung untuk Kabupaten Demak. Di sana terdapat posko kesehatan dan dapur umum.

Kemudian dia mengatakan bahwa banjir rob ini akan berulang ke depannya, karena terdapat masalah lingkungan di wilayah pesisir. Oleh karena itu, dia berharap kepada pemerintah agar ada dukungan-dukungan berupa tanggul di daerah rawan untuk jangka pendeknya.

Selain itu, Dikki berharap agar pemerintah memiliki rancangan supaya ada model yang kokoh di daerah rawan banjir rob. Untuk jangka panjang, tentu harus ada penyelesaian secara keseluruhan dari hulu ke hilir.

“Ini kan alam ya, otomatis harus diselesaikan secara keseluruhan,” kata dia.

Untuk masyarakat, ujar Dikki, dia mengatakan bahwa jika ada hal-hal yang dibutuhkan, segera sampaikan ke BPBD setempat karena pemerintah siap untuk mendukung hal itu.

Bagi yang ingin memberikan bantuannya, silakan menghubungi posko-posko yang sudah didirikan oleh pemerintah daerah (pemda) agar bantuannya bisa terkoordinir dan tepat sasaran.


Baca juga artikel terkait BANJIR ROB SEMARANG atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight