Menuju konten utama

Pabrik OREO di RI Dipimpin Perempuan & Kirim Produk ke 41 Negara

Pabrik OREO di Cikarang memasok produk ke 41 negara dan dipimpin perempuan Indonesia yang berhasil menembus posisi strategis industri manufaktur global.

Pabrik OREO di RI Dipimpin Perempuan & Kirim Produk ke 41 Negara
Rosleri Yanti, Director PT Mondelez Indonesia Manufacturing. tirto.id/Merlina Aryanti/
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tidak banyak yang mengetahui bahwa biskuit OREO yang dinikmati masyarakat di berbagai belahan dunia diproduksi di Indonesia. Dari fasilitas manufaktur PT Mondelez Indonesia Manufacturing di Cikarang, Jawa Barat, produk OREO diekspor ke 41 negara, mulai dari kawasan Asia, Australia, Timur Tengah hingga Jepang.

Di balik operasional salah satu fasilitas manufaktur terbesar milik Mondelez International tersebut, terdapat sosok Rosleri Yanti, Director PT Mondelez Indonesia Manufacturing. Perempuan Indonesia yang telah berkarier selama lebih dari dua dekade di perusahaan itu kini memimpin pabrik yang menjadi salah satu tulang punggung produksi OREO untuk pasar global.

“Pabrik ini berdiri sejak 1995 dan selama 30 tahun kami terus menjaga kualitas produk. Kami tidak hanya memproduksi untuk Indonesia, tetapi juga memasok sekitar 41 negara,” ujar Rosleri dalam sesi Exclusive Media Interview bertajuk Dari Cikarang untuk Dunia: Perempuan Indonesia di Balik Standar Global OREO di Cikarang, Rabu (24/6/2026).

Menurut Rosleri, keberhasilan fasilitas produksi di Cikarang mempertahankan kepercayaan pasar internasional tidak lepas dari komitmen terhadap kualitas, pengembangan sumber daya manusia, dan penerapan teknologi manufaktur terkini.

Saat ini, pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 1.500 tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari Indonesia. Sebagian besar karyawan bahkan telah bekerja selama belasan tahun, sehingga memiliki kapabilitas yang kuat dalam menjaga standar produksi global.

“Kualitas adalah nomor satu. Produk yang dibuat di Indonesia memiliki standar yang sama dengan produk yang dipasarkan di negara lain. Kami tidak membedakan kualitas untuk pasar mana pun,” katanya.

Rosleri menambahkan, perusahaan secara berkelanjutan melakukan peningkatan kompetensi karyawan melalui berbagai pelatihan dan program pengembangan. Selain itu, perusahaan juga terus melakukan benchmarking terhadap perkembangan teknologi manufaktur global agar tetap kompetitif.

Transformasi teknologi juga menjadi bagian penting dalam operasional pabrik. Sejak berdiri pada 1995, proses produksi yang semula banyak dilakukan secara manual kini telah beralih ke sistem yang semakin modern dan terotomasi, sejalan dengan perkembangan industri 4.0.

Tak hanya fokus pada produktivitas, Mondelez juga menaruh perhatian besar terhadap aspek keberlanjutan lingkungan. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan teknologi oven hibrida yang mengombinasikan sumber energi untuk membantu mengurangi emisi karbon dibandingkan penggunaan oven konvensional berbasis gas.

“Teknologi ini menjadi salah satu upaya kami mendukung keberlanjutan lingkungan. Kami tidak hanya berpikir untuk hari ini, tetapi juga masa depan,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga mulai memanfaatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan serta memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia.

Sebagai bagian dari perusahaan global, Mondelez juga terus melakukan riset terhadap preferensi konsumen di berbagai negara. Hasil riset tersebut menjadi dasar dalam pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar tanpa mengurangi standar kualitas yang ditetapkan perusahaan.

Rosleri menegaskan bahwa keberhasilan produk OREO diterima di berbagai negara tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga kemampuan perusahaan memahami kebutuhan konsumen dan menghadirkan produk yang aman, berkualitas, serta menyenangkan bagi keluarga.

“Kami ingin menghadirkan produk yang bisa menjadi bagian dari momen kebersamaan keluarga. Karena itu kualitas, keamanan pangan, dan pengalaman konsumen selalu menjadi prioritas,” katanya.

Peran Strategis Perempuan Indonesia di Industri

Dalam kesempatan tersebut, Rosleri juga membagikan kisah perjalanan kariernya. Sejak bergabung dengan perusahaan setelah lulus kuliah, ia meniti karier dari berbagai posisi teknis dan operasional hingga dipercaya menjadi Director PT Mondelez Indonesia Manufacturing pada 2025.

Perjalanannya menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia mampu mengambil peran strategis di industri manufaktur yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

“Saya bangga menjadi perempuan Indonesia yang mendapat kesempatan memimpin salah satu pabrik terbesar di jaringan global Mondelez. Di sini tidak ada diskriminasi. Siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang selama memiliki kemampuan dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.

Bagi Rosleri, tantangan dalam memimpin fasilitas manufaktur berskala global justru menjadi motivasi untuk terus berkembang. Dukungan perusahaan melalui pelatihan, pengembangan kepemimpinan, serta kesempatan belajar dari berbagai negara menjadi modal penting dalam menjalankan peran tersebut.

Keberadaan pabrik OREO di Cikarang sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat manufaktur yang mampu memenuhi standar internasional. Dengan dukungan teknologi, sumber daya manusia lokal yang kompeten, serta komitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan, produk buatan Indonesia terus memperkuat posisinya di pasar global.

Baca juga artikel terkait INDUSTRI atau tulisan lainnya dari Merlina Aryanti

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Addi M Idhom