Konten Edukasi Biologi

Organ Reproduksi Wanita & Fungsinya: dari Vulva hingga Vagina

Oleh: Cicik Novita - 12 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sistem alat reproduksi perempuan dibagi menjadi dua, yakni internal dan eksternal. Berikut ini penjelasannya.
tirto.id - Sejak janin seorang perempuan sudah memiliki sistem reproduksi yang lengkap akan tetapi belum berfungsi dengan sempurna.

Seiring waktu, hingga usianya mencapai remaja dan pubertas maka sistem tersebut akan menjadi lebih siap dalam fungsinya sebagai alat reproduksi.

Sistem alat reproduksi perempuan dibagi menjadi dua, yakni internal dan eksternal. Berikut ini penjelasannya merujuk pada emodul.kemdikbud.go.id:

1. Alat reproduksi wanita di bagian eksternal (luar tubuh)

-Vulva.

Vulva adalah bagian dari vagina yang terdiri dari mons pubis, labia (labia mayora dan labia minora) klitoris, daerah ujung luar vagina dan saluran kemih.
  • Mons pubis adalah gundukan jaringan lemak yang berada di bagian bawah perut serta ditumbuhi oleh rambut pubis. Saat puber, rambut pubis baru tumbuh di bagian tersebut.
  • Labia mayora adalah bibir besar di kanan dan kiri vagina. Labia minora adalah bibir yang lebih kecil di kanan dan kiri vagina.
  • Klitoris adalah tonjolan di sela-sela labia mayora. Terdapat banyak pembuluh darah dan sel syaraf yang peka di bagian ini.
  • Saluran urine (uretra) tempat keluarnya urine dari kandung kemih dan saluran kelamin (vagina).


2. Alat reproduksi wanita di bagian internal (dalam tubuh)

- Ovarium (indung telur)

Repositori Kemdikbud melansir, letak ovarium adalah di bagian dalam panggul, jumlahnya 2, berbentuk seperti telur. Organ ini berada di ujung kiri dan kanan ujung tuba (fimbria/ umbai-umbai). Ovarium memproduksi hormon esterogen dan progesteron. Ovarium juga menghasilkan ovum (sel telur) yang berlangsung dalam periode 28 hari sekali (umumnya).

Dalam tiap ovarium terdapat sekira 150.000 – 200.000 folikel primordial. Apabila wanita sudah memasuki masa pubertas maka secara bergantian ovarium kanan dan kiri melepas satu ovum matang yang disebut ovulasi.

- Saluran reproduksi, yang terdiri dari:
  • Saluran telur (tuba falopi/oviduk): terdapat dua di kanan dan kiri rahim menghubungkan uterus dan ovarium melalui fimbria. Disini juga terjadi pertemuan sperma dan ovum atau proses fertilisasi. Dari fimbria, telur (ovum) digerakkan menuju ke rahim.
  • Rahim (uterus): berbentuk seperti buah pir, berongga dan berotot. Rahim bisa membesar seukuran janin dari bentuk normalnya yang hanya panjang 9 cm dan lebar 6 cm. Bila ovum yang ada di rahim tidak dibuahi, akan terjadi menstruasi karena ovum yang telah rusak akan lepas bersama lapisan endometrium yang mengandung pembuluh darah. Bagian bawah rahim mengecil, dinamakan cerviks (leher rahim) dan berhubungan dengan bagian luar tubuh yang disebut vagina.
  • Rahim (Uterus): terdiri 3 lapisan:
    • Lapisan parametrium: lapisan paling luar
    • Lapisan myometrium: lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi).
    • Lapisan endometrium: lapisan dalam rahim tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi.

3. Vagina

Vagina adalah akhir dari saluran kelamin dalam yang terdapat dalam vulva, dan dikenal sebagai organ persetubuhan untuk perempuan. Organ ini juga penting saat persalinan janin. Terdapat banyak lipatan dalam vagina untuk memudahkannya meregang jika terjadi persalinan.

Dinding vagina banyak terdapat selaput lendir yang berkelenjar, salah satunya bernama Glandula Bartholini. Selaput ini yang dikenal sebagai selaput dara atau selaput keperawanan atau hymen.


Baca juga artikel terkait ORGAN REPRODUKSI atau tulisan menarik lainnya Cicik Novita
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight