Menuju konten utama

Operasi Ketupat Musi 2026: Laka Lantas di Sumsel Capai 129 Kasus

Kepolisian mencatat, ratusan kecelakaan terjadi selama Operasi Ketupat Musi 2026 periode 13-25 Maret naik dibanding tahun lalu yang mencapai 80 kasus.

Operasi Ketupat Musi 2026: Laka Lantas di Sumsel Capai 129 Kasus
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya. FOTO/Irwanto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Sumatra Selatan (Sumsel) masih cukup tinggi. Kepolisian mencatat total ada 129 kecelakaan yang terjadi selama Operasi Ketupat Musi 2026 pada periode 13-25 Maret 2026.

Dari total 129 kecelakaan selama arus mudik, kepolisian mencatat 17 kejadian dengan 4 korban tewas dan 18 luka ringan saat arus mudik dan 13 kejadian dengan enam luka berat dan 28 luka ringan saat arus balik.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, mengungkapkan, tingginya angka laka lantas menjadi perhatian serius, apalagi tidak sedikit laka lantas yang terjadi menimbulkan korban jiwa. Salah satu faktor dari kecelakaan tersebut adalah kelelahan pengemudi.

"Laka lantas masih tinggi selama Operasi Ketupat Musi 2026, dari 80 kejadian menjadi 129 kejadian," ungkap Nandang, Kamis (26/3/2026).

Nandang pun menyebut, peningkatan laka lantas tak luput dari dampak kenaikan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik lebaran. Hal ini dilihat dari pertumbuhan kendaraan di ruas strategis seperti Tol Terpeka dan Tol Indralaya-Prabumulih yang mencapai 459 ribu kendaraan.

"Dari sini diperlukan peningkatan edukasi keselamatan bagi pengemudi, semisal istirahat sebelum melanjutkan perjalanan dan memastikan kendaraan laik jalan," kata Nandang.

Nandang menambahkan, dalam penegakan hukum, Polda Sumsel mencatat transformasi berbasis teknologi melalui penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Penindakan melalui ETLE mobile meningkat 658 persen dan sementara tilang manual turun drastis hingga 98,9 persen.

Dari sisi transportasi, seluruh moda mengalami pertumbuhan. Penumpang bandar udara meningkat 38 persen menjadi 178.522 orang, terminal bus tumbuh 43 persen menjadi 70.301 penumpang, dan moda kereta api meningkat 17,4 persen yang menunjukkan tren positif kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.

"Bagi masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik diimbau tetap patuhi lalulintas, jaga fisik, dan manfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110," pungkas Nandang.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Andrian Pratama Taher